archive

Wah saya baru saja balik dari menghadiri pernikahan kenalannya si mami…dan sampai sekarang masih geleng2. Bukan apa2 sih, tapi karena ‘fenomenal’ aja, atau ‘ambisius’ ?

Lokasinya di rumah mempelai wanita yang kalau dilihat dari alamatnya sih di jalan protokol -jalan raya utama gede banget lah.Meskipun aku nggak inget ada rumah di situ, yang ada malah toko2 dan bengkel2. Ah tapi sapa tau memang make lokasi tokonya yang didekor wedding. Dilihat dari undangannya yang unik menunjukkan kalo kawinannya ‘diniati’. Undangannya luzuuuuu banget, warna ungu dilipat 3 dengan gambar strawberry, coklat, hati, bunga-bunga yang kayaknya desain sendiri. Bahkan ada kartu2 yang isinya penukaran suvenir segala.

Dalam perjalanan kita masih ragu tuh, dandanan kita berlebihan ga ya?(kalo ternyata weddingnya sederhana), atau malah keliatan gak niat (kalo weddingnya mewah).Mendekati lokasi makin keliatan jajaran mobil yang jentrek2 mengular memakan area parkir di kanan dan kiri jalan, waduh kayaknya gede2an nih (berhubung ga kenal mempelai sih). Turun dari mobil barulah keliatan tendanya yang menjorok ke jalan; tenda berlapis kain puti dan ungu, dengan penerangan dari dalam, dan orang2 yang berkerumun didepannya. Waduh ada apaan nih? masa kawinannya belum buka? Tapi kita ngotot aja ngintip ke dalam tenda…waaaahhhh baguuusss yaaa

Seluruh ruangan serba ungu dan puti, langit-langit tenda dilapis jalinan kain warna senada, digantungi bunga-bunga ungu muda yang dirangkai menjadi bulatan2 dan pita-pita satin. Pengantin beridiri nggak jauh dari meja tamu, jadi bisa keliatan mempelai pria mengenakan beskap putih dan wanitanya ungu, begitu juga dengan penerima tamu dengan model kebaya yang berbeda. Pokoknya dari ngintip ke lorong itu aja kita sudah bisa liat segala pernak-pernik wedding yang menarik; suvenir coklat praline, cupcake cantik disusun di pedestal bahkan ada papan yang berisi ucapan para tamu.

Tapi kok kenapa sih para tamu gak cepetan masuk gitu, malah bejubel di luar, di lorong penerima tamu juga begitu…wah something wrong nih…Setelah kita dapet giliran ngisi buku tamu, pasang ucapan di papan dan salaman dengan pengantin barulah kita sadar….venue-nya ya cuma INI….segini INI. Cuma lorong inilah venue kawinannya, ga ada hall , atau ruang makan atau ruang duduk karena meja prasmanan juga dijajar nggak jauh dari pengantin berdiri. Kalau diliat lagi mungkin ukuran ‘lorong’ itu (yang mungkin bagian dari rumah utama) lebarna 3m dengan panjang 15-20 m. Waduh sayang banget segala dekornya jadi kalah dengan bejubelnya para tamu yang kepanasan, berebut cupcake, ngerubuti meja prasmanan dll. Tapi yah berhubung eke sama si mumun, jadi kita cuek aja ikut bejubel sana sini gak mau kalah.

Aku masih kagum sama dekor dan konsepnya yang oke banget. Cuma ga abs pikir kenapa ga nyewa gedung aja biar ga bejubelan (padahal ada hall disewakan ga jauh dari situ) dan lebih bengongnya lagi, ternyata di samping ‘lorong’ itu ada ruang luassss yang dipake untuk katering dan parkiran motor….

Ah ga tau ah, yang penting saya kagum aja dengan semangatnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s