Belanjaan Kami ‘Dieliminasi’

Kerjaan ibu rumah tangga diluar rumah itu apalagi kalo nggak belanja heheh. Apalagi sejak Mozi makan padat, jadi rajin deh berburu bahan makanan yang ada di resep2; bayam merah, ubi merah, butternut squash.

Alkisah, setiap lewat Jalan Wilis kita akhir2 ini kita ngeliat ada rumah yang lagi di renovasi; bagian depannya dipenuhi kaca dan pelatarannya dipaving seperti layaknya tempat parkir. Terakhi2 malah keliatan jajaran rak2 display dan troli belanja. Waaah bakal jadi toko nih kayaknya, dan entah kenapa yakin aja kalo bakal jadi grocery store yang biasanya ngejual barang2 impor berikut sayur2nya. Secara lokasinya di tengah2 Jalan Ijen dan Wilis, jadi nggak mungkin dong buka toko grosir beras misalnya.

Kemaren kebetulan mau ambil jahitan di Jalan Jeruk, kita lewatlah toko itu yang ternyata udah dibuka (entah Grand atau Soft Opening). Yang jelas udah banyak mobil parkir (Lexus, Mercedes, Alphard) yang bisa dipastikan milik pengunjung yang rumahnya cuma dua -tiga kali lemparan sandal dari situ. Sign tokonya juga udah dipasang "Daily Fresh", jadilah kita mampir belanja sayur sekalian beli teh celup yang kebetulan habis (alesssan).

Masuk disambut satpam dan ibu2 necis yang lalu-lalang bawa kresek belanjaan. Ternyata di dalam masih banyak ruang yang kosong, begitu juga dengan rak2nya. Tapi bagian sayur segar, kue basah dan makanan kering sudah lumayan terisi. Jadi aku keliling nyomoti brokoli, bayam, bloemkol, oreo, salty crackers, silverqueen chunky, masih banyak cemilan ngga penting lainnya dan tentu saja; Teh Celup. Karena ada Bos Bokap yang turut serta, jadi aku sante aja masuk2in barang ga liat harga. Bahkan si papi ikut masuk2in greensand, kopi instan, kacang dll.

Sampe di salah satu kasir (ada 3 yg buka) aku nunggu seorang Ibu dengan seorang anak (mungkin masih SD) yang bayar blanjaannya. Perasaan belanja cuma snack beras dan susu straberry aja kok lama amaaat bayarnya. Mana pake nanya2 lamaaa ke mbaknya "Kapan barang2nya mulai lengkap?" "Kalo ini sudah tersedia nggak?" "Kalo ini harganya berapa" wadooooh sampe kapan nih? Mana mbaknya ngelayani aja ngobrol2nya tanpa mempedulikan belanjaanku yang sudah aku tata sedemikian rupa di meja kasir, multitasking kek!

Akhirnya tiba juga giliranku. Barang2 di scan 'ctit..ctit' terus mbaknya bingung, 'ctit…ctit' terus bingung lagi bisik2 ke staf cowok yang berdiri dibelakangnya tapi nggak bantuin masukin barang ke kresek. Sepertinya scanner tidak berfungsi or something jadi barang2 dimasukin komputer secara manual dengan ngetik namanya " S..I…L..V..E…R eh..eh huruf Q mana?" wadooooh sini sini aku ketikin biar lebih cepet! Setelah berhasil ngetik pun masih pada tengak-tengok, akhirnya mbaknya ngaku "Bu, yang ini harganya belum terdaftar" " Jadi gimana?" aku pikir bakal ditanyain dulu atao gimana "jadi belum bisa dibeli" WOT!!! ya wes lah cuma silverqueen ini. "Yang ini juga bu, yang ini juga, ini juga belum, ini juga nggak ada harganya" barang belanjaanku yang setroli dieliminasi dengan kejam.Selamat tinggal biskuit, coklat, ckrackers, kopi, minuman, teh celup dkk.

Akhirnya aku pulang dengan satu kresek kecil berisi sayuran segar yang tanpa barcode itu pun di catat manual, manual tulis tangan pake pulpen dan kertas. Dengan kecepatan menulis yang nggak beda jauh dengan kecepatan ngetik "Brokoli Odelia 2300" " Brokoli apa?" "Ode..lia" "Brokoli Odelia harganya berapa?" HYAAAATTTT!!!! di kepalaku aku sudah pencak silat mukul2 meja kasir pake kembang kol. Mbok yaaaaa…..
1. Kalo belum terdaftar jangan dipajang
2. Belajar ngetiiikkkkk!!!!!! pake 10 jari!!!!! at least hapalin keyboad qwerty nya
3. Pelajari barang dagangan jadi nggak gagu sama merek2 dan penulisannya
4. Udah tau ditunggu sama pelanggan mbok yaaaaaa nulisnya ga usah nulis indah, disingkat aja dan ga usah pake saling mendikte!

haduhhhhh…….belanja jadi penuh emosi dah. Emang sih masik pertama buka, tapi ga tau ya bakal balik kesana lagi ato enggak. Sejauh ini masih trauma….(halah)

Advertisements

4 thoughts on “Belanjaan Kami ‘Dieliminasi’

  1. lah iya lupa nyebutnya, emang serupa Lay-lay. mungkin ini kokonya atao titi-nya si lay-lay yang sirik pengen punya toko juga

  2. arghhh ikutan emosi bacanya. kalo aku pasti udah tak tinggal. "GA JADI BELI MBAK, MALES! BELAJAR NGETIK DULU SANA!*konsumen galak*hyahahahaha… lha sek ga siap launching gt kok ya dibuka ya tokonya. pemiliknya selak gatel pengen jualan kayaknya :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s