Aku (lebih) Cinta FRIENDSTER

Yup….anda tidak salah baca, yang saya maksud emang FRIENDSTER, bukan fesbuk. Mungkin itu juga yang bikin saya pasif banget (dan pernah diactivate) di FB. Liat aja, segetol2nya FS meniru fitur2 FB, masih banyak fitur FS yang lain yang ga ada di FB misalnya;

Testimonial; Haduhhhh yang mengalami masa kejayaaan FS, siapa sih yang nggak maniak testi. Entah getol kasih testi, minta testi atau sekedar baca2 testi orang (dan memata2i kehidupannya :D). Di FB mana ada. Yang ada shout-out di wall yang lebih kayak chating daripada testimoni orang2 terdekat kita. Duh sumpah deh berkesan banget lho testimoni teman2 saya jaman itu….(beneran kasih pesan dan kesan gitu deh, nggak cuma nyapa2 ga jelas)

Who has viewed your profile; NAH! Untuk yang super kepo dan ngerasa ngetop, pasti gemeees banget dan berharap FB punya fitur ini. Ketauan deh sapa aja yang me-ngepo profil kita. Tapi kita juga ketaun udah kepo kemana aja.

Terus ada kan ya fiturnya FS yang menjabarkan hubungan kita dengan sesesorang (yang asing sekalipun). Selain membuktikan bahwa semua orang di dunia itu terhubung one way or the other, kita jadi nemuuu aja koneksi kita dengan teman2 baru. Dari situ jadi tau kalo aku dan si A sama2 kenal ini dan itu. Uh seru deh.

Terus bukannya di FS ya pertama2 ada status 'it's complicated' yang akhirnya banyak disalahgunakan, disalahartikan dan disebarluaskan. Jadi tau deh kalo selain single dan married ada status lain kayak in-a-relationship, domesti-partnership, open-relationship dll. Makin ribet lah anak2 TTM jaman itu….ribet dengan status.??

Selain itu FS juga menyimpan banyak sekali setori masa muda eke (sotu…sotu…sok tua). Kecengan baru, kecengan lama, message2 dan testi2nya *blush, foto2 bareng temen2 yang sekarang uda mencar entah kemana, menemukan teman2 lama yang sudah lama menghilang (setelah ada FB jadi ga terlalu excited), nemu bahan obrolan karena kenal orang yang sama, dan banyak lagi.

Dan yang bikn makin cinta sama FS adala fitur2 ngga penting yang ada di FB sekarang, kayak fasilitas tag yang memberi kebebasan siapa aja untuk?? 'mempublikasikan' foto/video kita, terlalu banyak update ga penting yang masuk timeline, susah kalo mau bikin private, di home-nya kebanyakan fitur sampe sampe pusing, belum lagi yang ngiklan2…duuuh gitu deh pokoknya, ganggu banget. Kalo ga pengen tau kabar terakhirnya temen2 deket dan sodara2 sih ga bakal deh activate FB lagi…

Kandas Meninggalkan Bekas

Ahh……judul posting yang puitis dan gratis (halah mekso). Pengen cerita kisah cinta seorang teman, gak bisa dibilang indah karena ada yang terluka, nggak bisa dibilang buruk karena ada yang bahagia.

Berada di perantauan membuat kami bergantung pada sesama teman yang akhirnya menjadi sebuah keluarga besar. Dua diantara teman kami, sebut saja Miki dan Mini (mereka bukan tikus. red) bahkan sempat jadi sejoli. Mereka cukup ikonik, yang satu humoris abis, yang satu feminin dan keibuan. Kalo ada Miki pasti ada Mini, kalo ngga Miki berarti ngga ada Mini. Bahkan kami sering berkelakar membayangkan bagaimana jadinya anak2 mereka nanti. Sementara banyak diantara kami yang kisah cintanya masih maju-mundur, mati-hidup, ada dan tiada, jomblo2 bahagia, mereka mejadi cukup outstanding karena bisa bertahan sampailebih dari satu Pelita -alias lima tahun (ketauan nih anak SD jaman orba). Tapi enaknya mereka nggak pernah sok2 mesra di depan kami, sante aja, jadi kami nggak salting dan nyaman aja meskipun ada mereka berdua.

Memasuki tahun2 kelima inilah Mini mulai gelisah, dimana teman2 lain yang dulu single sekarang sudah double, yang double sudah triple, dst eeehhh mereka masih pacaran2 aja. Miki nampak sibuk dengan pekerjaannya, dan tinggallah Mini yang menunggu kejelasan seorang diri – di negeri orang. Mini sering cerita2 pada kami bagaimana tanggapan Miki tentang pernikahan, ada kalanya menampakkan titik terang, ada kalanya suram cenderung ogah. Makin hari kok malah tanggapan kedua yang sering muncul, sampai Mini menyimpulkan bahwa Miki ini tipe orang yang career-oriented dan anti-commitment. Dia ga mau terikat dengan pernikahan karena masih asik dengan dunianya.

Sampai suatu saat out-of-the-blue Miki bilang mau pulang ke Indonesia untuk nengok ortunya. Karena mendadak, Mini jadi ga bisa turut serta. Tapi secara tersirat Miki mengatakan bahwa ia akan mengunjungi ortu Mini. Wah tak terkira gembiranya si Mini karena merasa akhirnya hubungan mereka mulai mendapat kejelasan. Dengan harap2 cemas Mini menunggu sekembalinya Miki dari Indonesia. Tapi nggak disangka2 begitu Miki kembali, bukan kabar gembira yang disampaikan malah sebaliknya; Miki memutuskan hubungan. JLEB! pasti rasanya si Mini. Awalnya berasa melayang kegirangan, eh malah dipukul jatuh tersungkur ketiban tangga pulak. Ngenes deh kita yang jadi temennya.

Berbagai kata2 mutiara kita curakan pada Mini supaya dia get-over-it. Ya sudahlah dia emang belum siap serius. Ya sudahlah kamu emang lebih dewasa dari dia. Ya sudahlah cari yang baru aja. Ya sudahlah daripada kamu terkatung2 terus nungguin dilamar. Dan lain sebagainya. Sementara kita menyaksikan terpuruknya Mini, eh kami dengar kabar kalo Miki sudah punya yang baru -sebut saja Mika (bukan sejenis plastik.red) yang tinggal di Indonesia. Bagaimana kami tahu? karena dia pasang foto mesra bersama Mika di situs jejaring-nya. Sesuatu yang sangat janggal karena kami bahkan tidak pernah melihat foto mesra Miki dan Mini. Yang lebih bikin kita pusing lagi adalah, beberapa bulan kemudian Miki dan Mika bertunangan. JLEB! JLEB! Jadi kalimat2 penghiburan kami yang 'belum mau serius' 'anti-komitmen' dll itumusnah begitu saja. Jangan tanya bagaimana si Mini, saya nggak tega nanya kabarnya.

Ya sudahlah perasaan kami campur aduk terhadap pasangan ini; sebel tapi kenapa harus sebel, marah tapi kenapa harus marah, penasaran tapi ga berani nanya. Udahlah kita masih bingung ngeliat Mini, geregetan ngeliat Miki, belum lagi kalo pas ngumpul bareng kita bingung harus ngundang mereka apa enggak, eh sekarang ternyata kebingungan semakin bertambah. Mika bergabung. Saya bukan salah satu yang terlibat langsung dengan kebingungan ini, karena tidak berada di lokasi, tapi cukup bisa membayangkan dari cerita dan curhat teman2. Perlahan tapi pasti si Mika ini mulai mempenetrasi jejaring kami, mulai dari add-friend, komen2, chatting2, bahkaaannn datang ke acara salah satu teman kami pada saat Miki berhalangan hadir. Nah loh! Selain itu si Mika ini juga mulai melakukan pendekatan personal one-on-one. Menurut beberapa teman sih mereka kebanyakan gerah dan salting; pertama karena ga kenal, kedua karena masih ga enak sama Mini dan ketiga karena pendekatan Mika ini semakin hari semakin gencar.

Ternyata selidik punya selidik Miki dan Mika akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Dan begitu mereka menikah Mika akan diboyong oleh Miki meninggalkan Indonesia. Karena Miki dan Mika keduanya tidak memiliki sana famili di perantauan, satu2nya keluarga yang mereka punya ya teman2 terdekat kami itulah. Jadi sepertinya si Mika kudu kejar deadline mengumpulkan 'teman' sebelum benar2 meninggalkan tanah air nanti. Waduh ini bener2 situasi no-win solution untuk semua orang deh; si Mini tersiksa melihat hubungan baru Miki, Miki tersiksa dengan pandanga menghakimi semua orang, Mika yang ga tau apa2 kudu tersiksa dengan masa lalu MIki yang akan menjadi masa depan dia, sementara teman2 mereka kudu tersiksa dengan kisah cinta kandas mereka yang bikin serba salah.

Fiuhhh eke nonton di pinggiran aja deh.

Ultah Percil2

Kalo liat anak kecil ulthnya dirayain lucu2an itu kadang seru juga liatnya, tapi..kalo anaknya ternyata masih belum bisa jalan, belum bisa maen, belum bisa ngomong tapi ultahnya udah super heboh nyewa artis, didandani menor, ngundang sekelurahan, ultahnya pake tema2 yang dekorasi yang super hip, langsung nyinyir deh. Bukanya apa, itu anak belum ngerti mau disalamin sama SBY juga, palingan ortunya yang terobsesi dan kebawa trend. Ya masa anaknya si A kemaren ultah ngundang ke Hotel bintang 5, masa anak gw ultahnya di warung bakso, minimal Hotel bintang 7 lah (obat sakit kepala kali). Nah dari situlah aku mulai males ngeraya2in ultah kalo punya anak nanti.

Bahkan setelah Mozi lahir pun udah kasak-kusuk tuh sama bapaknya bagaimana mau mengenalkan konsep ‘ultah’ ke Mozi nanti supaya dia ga berpikiran kalo sehari dalam setahun dia adalah raja yang bisa minta apapun dan dirayain segala rupa.Kalo emaknya sih dulu lumayan beruntung setiap taun pasti adaaa aja kue dengan lilin setiap hari ultah, kadang bisa ngundang tetangga/temen skolah, kadang yang cuma sama sodara dan kakek-nenek aja. Nah kalo bapaknya rada kesian, meskipun udah pernah dateng ke ultah temennya yang macem2 mulai dari yang cuma traktiran pangsit mie sampe pesta heboh di resto, dia sendiri ga pernah sekalipun ngerayain ultahnya (cukup ucapan selamat pas bangun tidur aja katanya). Tapi ternyata si bapak ga pernah tuh iri pengen dirayain kayak temen2nya. Benernya aku juga ga pernah nuntut pengen pesta ini pesta itu, tapi emang ngerasa kurang kalo pas ultah ga rame2.

Maunya Mozi nanti sejak kecil dikenalkan bahwa ultah itu satu momen untuk berkumpul keluarga untuk berdoa agar dengan umur yang baru bisa menjadi orang yang lebih baik. Berdoa bersama masa nasi kuning di rumah sudah cukup lah.Kalo perlu malah ga usah kado2an biar dia ga ‘tuman’ -kebiasaan/take it for granted. Jadi pas denger orang2 pada ribut nyiapin acara ultah anaknya, ribut milih2 kue, venue, undangan, snack table sampe souvenir segala, aku tenang2 aja….sampai…..

Sampai aku menyadari betapa kurangnya waktu mozi bertemu dan bermain dengan anak2 seusianya. Pas bisa gathering dengan balita2 lain itu kayaknya pengeen banget sering2 ngumpul dan membiasakan mozi untuk bergaul dengan anak seusianya. Belum lagi kalo ktemu temen yang udah punya anak juga, duuuh kayaknya gemes banget pengen mempertemukan mereka supaya maen bareng. Nah event yang cocok ya ….ultah….ja toch? Kalo temen deket sih bisa aja janjian playdate, tapi itu juga ga banyak2. Pengenya semua anak kecil yang ada di sekitar kita dikumpulin dan dikenalin ke mozi. Sapa tau dia jadi nemu temen baru.Lagipula buat aku pribadi ngerasa  memasuki umur 1 tahun itu milestone yang penting sekali, Mozi bukn bayi yang umurnya ‘bulan’ lagi, dia udah boleh makan makanan orang gede, udah boleh makan gula garam dan yoghurt, sapa tau udah bisa jalan, sapa tau udah tumbuh gigi, sapa tau udah bisa bilang ‘ibu’ instead of bruut..bruuut sambil nyembur2. Yah pokoknya patut dirayaka dan diabadikan lah.

Jadilah sebuah rancangan perayaan ultah mulai terbayang di kepala emaknya ini, semakin dikompori dengan datangnya sepucuk undangan ultah 1 tahun dari temennya mozi anaknya salah satu ibu TUM. Waaahhhhh jadi pengen jugaaaaaa (nah kan emaknya nih yang heboh).

Anyway, it’s just a thought. Kita liat aja gimana perayaan ultah temennya mozi nanti, sapa tau emaknya makin mupeng.

Till then!