Kandas Meninggalkan Bekas

Ahh……judul posting yang puitis dan gratis (halah mekso). Pengen cerita kisah cinta seorang teman, gak bisa dibilang indah karena ada yang terluka, nggak bisa dibilang buruk karena ada yang bahagia.

Berada di perantauan membuat kami bergantung pada sesama teman yang akhirnya menjadi sebuah keluarga besar. Dua diantara teman kami, sebut saja Miki dan Mini (mereka bukan tikus. red) bahkan sempat jadi sejoli. Mereka cukup ikonik, yang satu humoris abis, yang satu feminin dan keibuan. Kalo ada Miki pasti ada Mini, kalo ngga Miki berarti ngga ada Mini. Bahkan kami sering berkelakar membayangkan bagaimana jadinya anak2 mereka nanti. Sementara banyak diantara kami yang kisah cintanya masih maju-mundur, mati-hidup, ada dan tiada, jomblo2 bahagia, mereka mejadi cukup outstanding karena bisa bertahan sampailebih dari satu Pelita -alias lima tahun (ketauan nih anak SD jaman orba). Tapi enaknya mereka nggak pernah sok2 mesra di depan kami, sante aja, jadi kami nggak salting dan nyaman aja meskipun ada mereka berdua.

Memasuki tahun2 kelima inilah Mini mulai gelisah, dimana teman2 lain yang dulu single sekarang sudah double, yang double sudah triple, dst eeehhh mereka masih pacaran2 aja. Miki nampak sibuk dengan pekerjaannya, dan tinggallah Mini yang menunggu kejelasan seorang diri – di negeri orang. Mini sering cerita2 pada kami bagaimana tanggapan Miki tentang pernikahan, ada kalanya menampakkan titik terang, ada kalanya suram cenderung ogah. Makin hari kok malah tanggapan kedua yang sering muncul, sampai Mini menyimpulkan bahwa Miki ini tipe orang yang career-oriented dan anti-commitment. Dia ga mau terikat dengan pernikahan karena masih asik dengan dunianya.

Sampai suatu saat out-of-the-blue Miki bilang mau pulang ke Indonesia untuk nengok ortunya. Karena mendadak, Mini jadi ga bisa turut serta. Tapi secara tersirat Miki mengatakan bahwa ia akan mengunjungi ortu Mini. Wah tak terkira gembiranya si Mini karena merasa akhirnya hubungan mereka mulai mendapat kejelasan. Dengan harap2 cemas Mini menunggu sekembalinya Miki dari Indonesia. Tapi nggak disangka2 begitu Miki kembali, bukan kabar gembira yang disampaikan malah sebaliknya; Miki memutuskan hubungan. JLEB! pasti rasanya si Mini. Awalnya berasa melayang kegirangan, eh malah dipukul jatuh tersungkur ketiban tangga pulak. Ngenes deh kita yang jadi temennya.

Berbagai kata2 mutiara kita curakan pada Mini supaya dia get-over-it. Ya sudahlah dia emang belum siap serius. Ya sudahlah kamu emang lebih dewasa dari dia. Ya sudahlah cari yang baru aja. Ya sudahlah daripada kamu terkatung2 terus nungguin dilamar. Dan lain sebagainya. Sementara kita menyaksikan terpuruknya Mini, eh kami dengar kabar kalo Miki sudah punya yang baru -sebut saja Mika (bukan sejenis plastik.red) yang tinggal di Indonesia. Bagaimana kami tahu? karena dia pasang foto mesra bersama Mika di situs jejaring-nya. Sesuatu yang sangat janggal karena kami bahkan tidak pernah melihat foto mesra Miki dan Mini. Yang lebih bikin kita pusing lagi adalah, beberapa bulan kemudian Miki dan Mika bertunangan. JLEB! JLEB! Jadi kalimat2 penghiburan kami yang 'belum mau serius' 'anti-komitmen' dll itumusnah begitu saja. Jangan tanya bagaimana si Mini, saya nggak tega nanya kabarnya.

Ya sudahlah perasaan kami campur aduk terhadap pasangan ini; sebel tapi kenapa harus sebel, marah tapi kenapa harus marah, penasaran tapi ga berani nanya. Udahlah kita masih bingung ngeliat Mini, geregetan ngeliat Miki, belum lagi kalo pas ngumpul bareng kita bingung harus ngundang mereka apa enggak, eh sekarang ternyata kebingungan semakin bertambah. Mika bergabung. Saya bukan salah satu yang terlibat langsung dengan kebingungan ini, karena tidak berada di lokasi, tapi cukup bisa membayangkan dari cerita dan curhat teman2. Perlahan tapi pasti si Mika ini mulai mempenetrasi jejaring kami, mulai dari add-friend, komen2, chatting2, bahkaaannn datang ke acara salah satu teman kami pada saat Miki berhalangan hadir. Nah loh! Selain itu si Mika ini juga mulai melakukan pendekatan personal one-on-one. Menurut beberapa teman sih mereka kebanyakan gerah dan salting; pertama karena ga kenal, kedua karena masih ga enak sama Mini dan ketiga karena pendekatan Mika ini semakin hari semakin gencar.

Ternyata selidik punya selidik Miki dan Mika akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Dan begitu mereka menikah Mika akan diboyong oleh Miki meninggalkan Indonesia. Karena Miki dan Mika keduanya tidak memiliki sana famili di perantauan, satu2nya keluarga yang mereka punya ya teman2 terdekat kami itulah. Jadi sepertinya si Mika kudu kejar deadline mengumpulkan 'teman' sebelum benar2 meninggalkan tanah air nanti. Waduh ini bener2 situasi no-win solution untuk semua orang deh; si Mini tersiksa melihat hubungan baru Miki, Miki tersiksa dengan pandanga menghakimi semua orang, Mika yang ga tau apa2 kudu tersiksa dengan masa lalu MIki yang akan menjadi masa depan dia, sementara teman2 mereka kudu tersiksa dengan kisah cinta kandas mereka yang bikin serba salah.

Fiuhhh eke nonton di pinggiran aja deh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s