So watch me fly, we all know I can do it…

Img_3241

Lyrics | – AS IF WE NEVER SAID GOODBYE lyrics

I don’t know why I’m frightened
I know my way around here
The cardboard trees, the painted seas, the sound here…
Yes, a world to rediscover
But I ‘m not in any hurry
And I need a moment

The whispered conversations in overcrowded hallways
The atmosphere as thrilling here as always
Feel the early morning madness
Feel the magic in the making
Why, everything’s as if we never said goodbye

I’ve spent so many mornings just trying to resist you
I’m trembling now, you can’t know how I’ve missed you
Missed the fairy tale adventure
In this ever spinning playground
We were young together

I’m coming out of make-up
The lights already burning
Not long until the cameras will start turning…
And the early morning madness
And the magic in the making
Yes, everything’s as if we never said goodbye

I don’t want to be alone
That’s all in the past
This world’s waited long enough
I’ve come home at last!

And this time will be bigger
And brighter than we knew it
So watch me fly, we all know I can do it…
Could I stop my hand from shaking?
Has there ever been a moment
With so much to live for?

The whispered conversations in overcrowded hallways
So much to say not just today but always…
We’ll have early morning madness
We’ll have magic in the making
Yes, everything’s as if we never said goodbye
Yes, everything’s as if we never said goodbye…
We taught the world new ways to dream!

Jalan-jalan Jabar: J.A.K.A.R.T.A

Akhirnya rencana tour de west java kesampean juga, meski dengan travel arrangement yang ribet abis. Bayangin aja masa serombongan bisa terbagi jadi 4 kloter! Si Minul berangkat duluan naik KA ngurusi job interviewnya, disusul aku, papi dan Mozi naik kapal mabur, berikutnya Mami dan Tante naik KA dan semuanya bertemu dengan Mario yang datang dari laut….pheww..

Di pesawat aku masih aja was2 sama mozi, karena dulu terakhir diajakin masih umur 4 bulan. Itu pun udah banyak maunya (ga mau pake seatbelt, ga mau disumpel kupingnya dan akhirnya bosen dan minta digendong jalan2 keliling aisle pesawat) gimana sekarang? Bener aja pas baru liat pesawat dia langsung girang kakinya mencak2, disuruh duduk diem susah bener maunya melorot2. Kayaknya tau bakal banyak keributan kecil (yang disebabkan manusia kecil) bapak sebelahku yang kayaknya pengen menikmati solo travelling in silent bersukarela untuk pindah ke kursi belakang yang kosong. Jadilah si mochi dapet kursi sendiri dan bebas loncat2an kesana kemari,gebrak2 jendela (plus gangguin si bapak itu yang baca koran di belakang). Satu jam berlalu dan sepuluh menit terakhir si papi akhirnya menyerah dan men-tetah mozi keliling pesawat sesuai keinginannya sejak awal…at least dia ga rewel atau ga nyaman.

P5115322

Kebetulan oh kebetulan, salah satu agenda kami di jkt adalah mengunjungi seorang teman yang hamil dan sedang menghitung hari. Eh lha kok kami sepesawat dengan ibu dan adeknya yan otw ke jkt juga. Jadilah kami anter mereka, sekalian menjenguk si teman yang ternyata udah masuk RS di Pondok Indah. Setelah itu barulah kami cabcus ke Bogor untuk ‘pulang’

P5115335

Esok harinya,Kamis, kami menjemput kloter ketiga sambil sekalian mampir kantorku yang ga jauh dari stasiun. Seneng banget bisa ketemu orang2 yang pernah mengisi hari2ku selama 2 tahun lebih. Meski awalnya deg2an juga masuk komplek dan naik lift yan dulu jadi tujuan sehari2. Lumayan selain ketemu temen2 dan pak bos juga launchin mozi dan ngomongin kerjaan…teuteup.

Dsc06259

Siangnya setelah jemput Mami dan Tante, kami mampir ke rumah sodara di Manggarai baran semenit dua menit, baru serombongan balik ke Bogor setelah mampir lunch di Bumbu Desa Cikini.

P5125376

Hari terakhir meskipun pulang masih dengan perasaan tanggung, ternyata  masih dapet hiburan ngeliat terminal 1C Soekarno Hatta yang uda direhab dan jauh lebih nyaman dan lapang. Udah ga kayak terminal bus lagi (apa terminal 1A masih?). Mozi sempet jalan2, aku sempet window shoppin toko2 imut yan kayak di luar negri getoh dan akhirnya beli buku yang sebetulanya masuk agenda juga kalo sempet ke Kinokuniya atau Periplus.

P5175518

Somehow I miss the hedonistic life of Jakarta

Jalan-jalan Jabar: B.A.N.D.U.N.G

Aaaahhhhh melo abis deh sama kota ini, nulisnya aja pake ngawang2. Kota ini entah kenapa punya sihir buat aku, bahkan jauuuh sebelum aku kerja disana. Sejak beberapa kali diajakin eyang ke Bandung pas masih belum sekolah pun kayaknya aku udah terkesan, kotanya gak seheboh jakarta, lebih ramah, somehow sejuk, orangnya ramah2, asri dan setiap sudutnya begitu menarik. Makanya dulu sampe ngotot ngajakin (baca: neror) temen SMA untuk memisahkan diri dari study tour dan melarikan diri ke bandung nonton basket. Setelah itu Bandung menjadi wilayah jajahan si Bapak pas kuliah dan jadi jalan2 kenangan kami pas masih kere dulu (sekarang sedikit lebih maju lah, nggak jajan ciren pinggir jalan lagi tapi cireng di food court). Jadi begitu ada rencana ke Bandung hari Minggunya, aku langsung membayangkan sudut2 yang pengen aku kunjungi.

Tapi berhubung agenda utama adalah berkunjung ke rumah Aki Hakim, jadi ya kudu kesana dulu lah setor2 muka. Ternyata eh ternyata para tante dan om sudah bikin arisan keluarga sekalian, jadi semua pada ngumpul menyambut kami. Hehe masak bintang tamunya ngabur? Ya sudahlah haha hihi dulu dan launching Mozi ke seluruh anggota keluarga, sambil berharap ada yang nawarin nganter jalan2. Yah nasib, ternyata karena pada jarang ngumpul jadi ngobrol2nya lama bangetttt sampe menjelang malam. Huhu aku harap2 cemas sambil nidurkan Mozi di salah satu kamar yan disediakan buat kami.

P5155478

Akhirnya lepas maghrib aku sounding2 kalo si mami nyari siomay enak dimana ya? Berharap pada semangat untuk berankat rame2. Eh malah pada ribut ngobrolin siomay dan jajanan bandun lainnya. Masih untung akhirnya ada yang mau nganter sekalian pulang karena anak2nya besok pada sekolah. Gak papa lah akhirnya keluar bentar melihat Bandung di malam hari, eh ternyata kami dibawa muter2 jalan2 tikus yang ga aku kenal, karena sebagian ruas jalan utama macet total. Tapi syukurlah akhirnya mami kesampean makan siomay dan batagor di jalan lengkong. Disana semua gerobak jajanan khas bandun berjejer dibawah tenda mirip food court. Sayangnya hujan deras jadi aku milih di mobil aja sambil gendong Mozi yang bobo. Dan hujan tak kunjung berhenti sampai tengah malam. Kandaslah harapanku untuk bisa menyelinap keluar untuk sekedar ngopi2 atau nonton midnight *sigh

Senib paginya pun udah hampir hilang harapan untuk bisa sekedar syoping2 kecil dan sight seeing, karena kami harus kembali ke Bogor sepagi mungkin untuk menghindari macet (meskipun kayaknya yang macet arah Jkt ke Bdg deh). Meskipun aku ngotot untuk ambil jalur tengah kota alih2 lansung masuk tol, semua masih pada tutup. Cuma sempet lewatin Dago, ITB, Taman Sari dan Cihampelas. Masih untung di CIhampelas ada toko yang mengais rejeki pagi, jadi kami masih bisa beli oleh2 cemilan. Dari situ nyoba naik ke Setiabudhi untuk menengok FO yang buka jam 9 an. Kayaknya tutup semua deh, tapi beberapa mobil plat B sudah mulai memasuki pelataran parkir Rumah Mode, jadi ga ada salahnya kita ikutan juga. Ternyata yang buka cuma kafe dan resto doang, kami harus nunggu sampe jam setengah 10 untuk masuk toko. Yah berhubung udah sampe situ ya wes lah. Untung para ortu yang biasanya ga sabar cukup terhibur dengan aneka resto dan dekor komplek RuMod yang sejuk.

P5165513

Setelah belanja super cepat (muter satu lap dengan kecepatan penuh dan meraih segala sesuatu yang menarik perhatian untuk disortir kemudian di deket kasir) aku malah nyampe di mobil duluan, sedangkan para ortu malah masih asik keluar masuk toko dan resto bela-beli macem2. Heuh pokoknya aku ga disalahin deh kalo kita kena macet :p.

Siangnya kami sudah sampai Bogor dengan perasaan setengah puas dan setengah sedih karena Mozi batuk2 ketularan sepupu yang sakit. Oalah Bandung….Bandung….

Jalan-jalan Jabar: B.O.G.O.R

Di hari yang sama dengan hari kedatangan Rabu, kami tiba di Bogor sekitar petang hari. Wah ajaib deh kesan pertama liat rumah kami di daerah Cimanggu itu. Terakhir kesana bangunan memang sudah berdiri, tapi banyak spot bocor dan retak, belum lagi listrik dan air masih endut2an, taman gersang panas dan mebel cuma seadanya; karpet dan alat kebersihan. Begitu ngeliat penampkannya hari itu aku terharu banget, apalagi pas masuk dan menikmati interiornya, udah homey banget. Pomah istilah jawanya. Dan itu semua murni usaha si Bapak yang ngurus rumah itu sendirian setiap seminggu sekali. Taman sudah menghijau (meski kurang warna lain), mebel sudah tertata rapi tanpa terkesan berdesakan (meski masih pada dibungkus plastik), bahkan dapur pun sudah bisa berfungsi (meski tanpa kompor gas). Alhamdulillah.

Jadi sore itu dan pagi berikutnya kami habiskan dengan berkebun, membersihka debu2, memasang instalasi2 dan mengaktifkan perabot yang selama ini masih pasif seperti mesin cuci, tivi dan kulkas yan semuanya adalah kado pernikahan dari teman2 dan kerabat tercinta. *terharu lagi

P5125368

Hari jumatnya setelah kloter kedua tiba dan personel lengkap, kami berrencana untuk santai saja di rumah dan mungkin keliling kota menikmati Bogor. Sekalian wisata kuliner dan poto2 di Kebun Raya kalo sempet. Eh ternyata sempet. Dengan modal buku panduan wisata kuliner Bogor kami berhasil menjajal Pia Apple Pie. Dengan mobil diparkir di lokasi, aku dan si Minul Food Outlet Hopping dengan modal jalan kaki ke kafe2 sekitar situ (karena emang banyak Food Outlet yang mangkal di daerah Taman Kencana) mulai dari Klappertaart Huis yang bersebelahan dengan Pia Apple Pie, kemudian Chocolava di seberangnya yang spesialisasi pada cake coklat lava yang meleleh bagian dalamnya. Menyusuri jalan di sebelahnya, kami mampir ke pojok paling terkenal yakni Macaroni Panggang untuk membawa pulang macaroni ukuran kecil. Tidak jauh dari sana ada palang petunjuk warna pink yang sangat menggoda; Rumah Cupcake. Di bangunan rumah belanda serba putih yang lapang, kafe itu terkesan sejuk dan santai. Apalagi di gazebo2 di taman belakangnya yang rimbun. Sayang kami tidak sempat duduk kongkow2 dan hanya sempat membawa pulang setengah lusin mini cupcake dan satu blackforest cupcake. Kami kembali ke mobil dengan menenteng tas2 plastik aneka warna kayak abis shopping baju di Factory Outlet.

P5135391

Dari tujuan wisata kuliner masa kini, tujuan berikutnya adalah tujuan wisata kuliner khas Bogor yang digemari yang tua2 hehe…dari Karuhun di Sukasari untuk membeli ikan balita dan gepuk, kami sempat menjajal asinan dan toge goreng Dewi Sri. Sebelumnya sambil nunggu para bapak solat jumat, kami makan siang di Botani Square yang selalu bisa kasih kesegaran nuansa baru dibanding mal2 lainnya (kali ini highlight nya adalah Serambi IPB yang menjual aneka hasil olahan pertanian yang dikemas ala The Body Shop)

Sebenernya rencana awal memang kami mengunjungi kafe2 itu untuk mengumpulkan bekal untuk kemudian dinikmati sambil piknik di Kebun Raya karena sebagian dari kami udah lama bangettttt ga kesana. Tapi endingnya malah keasikan belanja makanan sampe kesorean ke KRB. Gak papa lah, malah enak udara udah adem dan udah sepi menjelang tutup jadi mobil bisa masuk dengan leluasa. Kami sempet foto2 di taman belanda, danau depan istana, jalan astrid yang penuh bunga kana dan pohon2 raksasanya yang sudah uzur. Sayang kami kesorean buat masuk kebun anggrek idaman si mami. Kesanku setelah keempat kalinya ke KRB; ternyata kalo keliling naik mobil enak ya bow! bisa meliputi areal luas tanpa gempor.

P5135385

Hari Sabtunya kami (lagi2) berniat sante di rumah menata taman dll, tapi namanya juga rejeki, keluarga sepupu datang dengan dua anaknya yang lucu2. Mereka menawarkan untuk mengantar kami bepergian. Kemana lagi ya? Kalo di dalam Bogor sih kayaknya udah puas in general. Sebenarnya aku dan Mario berencana ngajakin keluarga ke Taman Bunga Cipanas yang ga seterkenal Mekarsari tapi dari beberapa foto prewed terlihat super indah. Tapi sungkan juga minta dianterin ke Cipanas siang2 gitu dengan kemungkinan macet yang sangat besar. Akhirnya malah pada ngajakin ke Mekarsari, bermodal “Pengen liat kebun buah kebanggaan Ibu Tien” mami dan tanteku jadi ikut semangat. Jadilah kami bergerak menuju Cibubur yang lalu lintasnya relatif lancar.

Um…ternyata tidak seindah bayanganku, untungnya kita muterin Mekarsari pake kereta kelinci, jadi gak capek2 amat dan gak nyesel2 amat. Meskipun yang paling bikin ngga nyesel adalah duren monthong 30ribuan-nya yang yahud…

P5145463

ah….Bogor, kota cantik menarik yang (kadang masih) adem. Kamu akan menjadi kota kami