Jalan-jalan Jabar: B.O.G.O.R

Di hari yang sama dengan hari kedatangan Rabu, kami tiba di Bogor sekitar petang hari. Wah ajaib deh kesan pertama liat rumah kami di daerah Cimanggu itu. Terakhir kesana bangunan memang sudah berdiri, tapi banyak spot bocor dan retak, belum lagi listrik dan air masih endut2an, taman gersang panas dan mebel cuma seadanya; karpet dan alat kebersihan. Begitu ngeliat penampkannya hari itu aku terharu banget, apalagi pas masuk dan menikmati interiornya, udah homey banget. Pomah istilah jawanya. Dan itu semua murni usaha si Bapak yang ngurus rumah itu sendirian setiap seminggu sekali. Taman sudah menghijau (meski kurang warna lain), mebel sudah tertata rapi tanpa terkesan berdesakan (meski masih pada dibungkus plastik), bahkan dapur pun sudah bisa berfungsi (meski tanpa kompor gas). Alhamdulillah.

Jadi sore itu dan pagi berikutnya kami habiskan dengan berkebun, membersihka debu2, memasang instalasi2 dan mengaktifkan perabot yang selama ini masih pasif seperti mesin cuci, tivi dan kulkas yan semuanya adalah kado pernikahan dari teman2 dan kerabat tercinta. *terharu lagi

P5125368

Hari jumatnya setelah kloter kedua tiba dan personel lengkap, kami berrencana untuk santai saja di rumah dan mungkin keliling kota menikmati Bogor. Sekalian wisata kuliner dan poto2 di Kebun Raya kalo sempet. Eh ternyata sempet. Dengan modal buku panduan wisata kuliner Bogor kami berhasil menjajal Pia Apple Pie. Dengan mobil diparkir di lokasi, aku dan si Minul Food Outlet Hopping dengan modal jalan kaki ke kafe2 sekitar situ (karena emang banyak Food Outlet yang mangkal di daerah Taman Kencana) mulai dari Klappertaart Huis yang bersebelahan dengan Pia Apple Pie, kemudian Chocolava di seberangnya yang spesialisasi pada cake coklat lava yang meleleh bagian dalamnya. Menyusuri jalan di sebelahnya, kami mampir ke pojok paling terkenal yakni Macaroni Panggang untuk membawa pulang macaroni ukuran kecil. Tidak jauh dari sana ada palang petunjuk warna pink yang sangat menggoda; Rumah Cupcake. Di bangunan rumah belanda serba putih yang lapang, kafe itu terkesan sejuk dan santai. Apalagi di gazebo2 di taman belakangnya yang rimbun. Sayang kami tidak sempat duduk kongkow2 dan hanya sempat membawa pulang setengah lusin mini cupcake dan satu blackforest cupcake. Kami kembali ke mobil dengan menenteng tas2 plastik aneka warna kayak abis shopping baju di Factory Outlet.

P5135391

Dari tujuan wisata kuliner masa kini, tujuan berikutnya adalah tujuan wisata kuliner khas Bogor yang digemari yang tua2 hehe…dari Karuhun di Sukasari untuk membeli ikan balita dan gepuk, kami sempat menjajal asinan dan toge goreng Dewi Sri. Sebelumnya sambil nunggu para bapak solat jumat, kami makan siang di Botani Square yang selalu bisa kasih kesegaran nuansa baru dibanding mal2 lainnya (kali ini highlight nya adalah Serambi IPB yang menjual aneka hasil olahan pertanian yang dikemas ala The Body Shop)

Sebenernya rencana awal memang kami mengunjungi kafe2 itu untuk mengumpulkan bekal untuk kemudian dinikmati sambil piknik di Kebun Raya karena sebagian dari kami udah lama bangettttt ga kesana. Tapi endingnya malah keasikan belanja makanan sampe kesorean ke KRB. Gak papa lah, malah enak udara udah adem dan udah sepi menjelang tutup jadi mobil bisa masuk dengan leluasa. Kami sempet foto2 di taman belanda, danau depan istana, jalan astrid yang penuh bunga kana dan pohon2 raksasanya yang sudah uzur. Sayang kami kesorean buat masuk kebun anggrek idaman si mami. Kesanku setelah keempat kalinya ke KRB; ternyata kalo keliling naik mobil enak ya bow! bisa meliputi areal luas tanpa gempor.

P5135385

Hari Sabtunya kami (lagi2) berniat sante di rumah menata taman dll, tapi namanya juga rejeki, keluarga sepupu datang dengan dua anaknya yang lucu2. Mereka menawarkan untuk mengantar kami bepergian. Kemana lagi ya? Kalo di dalam Bogor sih kayaknya udah puas in general. Sebenarnya aku dan Mario berencana ngajakin keluarga ke Taman Bunga Cipanas yang ga seterkenal Mekarsari tapi dari beberapa foto prewed terlihat super indah. Tapi sungkan juga minta dianterin ke Cipanas siang2 gitu dengan kemungkinan macet yang sangat besar. Akhirnya malah pada ngajakin ke Mekarsari, bermodal “Pengen liat kebun buah kebanggaan Ibu Tien” mami dan tanteku jadi ikut semangat. Jadilah kami bergerak menuju Cibubur yang lalu lintasnya relatif lancar.

Um…ternyata tidak seindah bayanganku, untungnya kita muterin Mekarsari pake kereta kelinci, jadi gak capek2 amat dan gak nyesel2 amat. Meskipun yang paling bikin ngga nyesel adalah duren monthong 30ribuan-nya yang yahud…

P5145463

ah….Bogor, kota cantik menarik yang (kadang masih) adem. Kamu akan menjadi kota kami

Advertisements

4 thoughts on “Jalan-jalan Jabar: B.O.G.O.R

  1. ah jadi inget perjuangan naik kereta, angkot (jalan sampai pasar), dan ojek untuk sampai di rumah..jd pengen liat lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s