Journey to the Seoul : Day 1

Alhamdulillah akhirnya terlaksana dan rampung sudah perjalanan penuh penantian ke Seoul-Korea. Bisa dikatakan dari 120% persiapan, yang sesuai rencana hanya 70% saja. Tapi itu pun sudah lumayan untuk sebuah penjelajahan ke dunia baru dalam 3 hari. Sudah bisa dikatakan sukses karena budget cukup, keinginan semua orang terakomodir dan yang paling penting: semua kembali dengan selamat, sehat walafiat meskipun balung remuk (dikit).

DAY1
Bisa dikatakan hari pertama dimulai sehari sebelumnya. Karena flight kami ke Kuala Lumpur berangkat subuh hari, jadi tengah malam sebelumnya kami sudah siap dijemput travel dengan perkiraan nyampe Bandara Djuanda 3 jam sebelum boarding (sesuai arahan Air ASia).Eh ternyata, airport sama airline ga kompak, airport nya baru buka jam 4an, padahal kita udah nyanggong sejak jam 2 :(. Tapi biarlah yang penting cukup waktu untuk segala urusan check-in dan imigrasi. Begitu nyampe gate langsung boarding.

Perjalanan SUB-KUL tergolong lancar dan Mozi sempet bobo. Sampe di KL yang rada njeglek. Baru dari Djuanda yang cantik dan terang itu kita disuguhi Bandara KLIA-LCCT yan mirip terminal bus. Turun pesawat panas2, masuk terminal umpel2an, bangunannya pun tanpa sentuhan artistik apapun (karpet pun tak ade). Yah namanya juga LCCT, kan Low Cost Carrier Terminal….wong murah kok mau enak :D. Cuma kaget aja sih, soalnya terakhir ke KL masih turun di KLIA yang megah dan indah, sekarang turun kasta.

Seoul_day_1_13

Ada waktu 4-5 jam transit kami memutuskan untuk check in ke transit hotel yang lagi2 milik Air ASia – Tune Hotel. Dengan bawaan segambreng2 (2 koper,6 tas) kita doronglah itu trolley penuh muatan ke halte bus yang bakal nganter kita ke hotel. Kelamaan nunggu kita nanya penjaga cafe tentang keberadaan Shuttle Tune Hotel itu. Eh sama dese kita malah suruh jalan aja, lha wong ternyata hotelnya dibalik cafe thea’. Kembali rombongan mendorong2 trolley menuju hotel yang sudah nampak di kejauhan. Ternyata banyak juga bule2 yang sama kayak kita dorong2 trolley bawa anak kecil menuju atau balik dari hotel.

Seoul_day_1_58

Setelah semua nyaman di hotel, petualanganku dan mario pun dimulai. Salah satu impiannya kalo transit di KL adalam ke menara Petronas, tapi daripada uber2an sama waktu, kita pilih petualangan deket2 situ yang gak kalah oke: Sepang International Circuit. Lagian kalo dipikir2 Mario ya lebih seneng liat sirkuit F1 lah daripada jauh2 ke KL cuma buat foto di depan menara kembar (habis mau masuk juga ga ada duit beli apa2 :D). Setengah jam berlalu dan kita kembali berada di LCCT untuk check in dan boarding flight berikutnya dari Kul ke Incheon.

Perjalanan panjang kali ini lebih melelahkan karena selain makan waktu siang sampe malam, kita sendiri banyak duduk, ditambah si Mozi yang mulai gak nyaman bergerak. Padahal itu udah booking seat yang punya extra leg room, plus kursi di belakangnya untuk papi mami, plus bassinet untuk box mainnya dia (karena kalo untuk bobo mozi udah kegedean), plus banyak ruang untuk jalan2 dan muter2 di area pramugari dan emergency exit. meskipun akhirnya dia bisa tidur dipangku, tapi sering kebangun sambil mewek2, mungkin karena badannya pegel ga bisa gelundungan kayak di kasur.

Seoul_day_1_68

Syukurlah dari perkiraan kita nyampe Incheon tengah malem, kita nyampe lebih sore sekitar jam 22 an. Airportnya terkesan moderen dan LUAZ . Gimana ga luas kalo satu pulau dimakan sendiri buat jadi bandara. Gatenya aja sampe 150an (dueng!). Sangat disarankan untuk mempelajari peta dan mendownload guide booknya sebelum menuju kemari. Kalo enggak alamat muter2 ga nemu jalan keluar sampe pagi. Bayangin aja kalo gate pesawat sampe 150, pintu exitnya bisa sekitar…yah…50an lah ;S. Belum lagi kudu nyari bus/taxi yang akan membawa kita ke tempat tujuan parkirnya dimana. Beuh pusing.

Kita sih udah siap mau pake taksi sedan yang biasa mangkal di exit c8, tapi apa barangnya cukup masuk bagasi? Kok ya ndilalah ada bapak2 nyamperin nawari taksi van pake argo. Hem…tengah malem gini kudu cepet memutuskan nih. AKhirnya kita setuju untuk naik van-nya, berdoa semoga bukan taksi abal2 kayak di Jakarta. Meskipun agak was2 juga waktu ngikuti orangnya turun jauh ke parkiran basemen ternyata semua berjalan lancar. Taksinya lapang, semacam KIA Carnival lengkap dengan argo, alat pembayaran kartu, GPS, telpon mobil dll bahkan dapet bonus supirnya bisa bahasa inggris dikiiit (supir2 taksi kami berikutnya sama sekal mengeluarkan kata dalam bahasa inggris). Terakhirnya kudu bayar mahal juga sih, tapi sesuai dengan perkiraan yang diberikan website Incheon karena kita harus bayar Toll Fee, extra charge tengah malam dll.

Dan disanalah kami turun, di sebuah bangunan tinggi diantara toko2 kecil yang mengelilingi taman kota yang sudah gelap; Hyundai Residence. Selama hari2 kedepan hotel ini akan menjadi tempat tinggal kami di negeri ginseng.

Seoul_day_1_92

Advertisements

4 thoughts on “Journey to the Seoul : Day 1

  1. baru day 1..gambar dan tulisan pasti berbeda kesannya..*aku uda liat gambar dan video aja sambil dengerin mario menceritakan tiap2 gambar*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s