Journey to the Seoul : Day 3

Menilik kenyataan hari sebelumnya, hari berikutnya saya (dan yang lain) berusaha untuk realistis dan mencoba menyusun agenda yang memungkinkan saja.

DAY 3
Entah karena smalem habis maraton dari Namsan, atau pengaruh Mozi bangun2 malem, yang pasti pagi itu bawaannya pengen ambruk di kasur aja. Padahal udah berencana sementara papa nganterin mama, kami akan bertualang entah ke pasar terdekat atau mungkin ke stadion impiannya Mario. Minimal maen ke taman depan lah. Ealah yang ada pas udah kelar mandiin Mozi, udah pada sarapan dan siap cabs papa dan mama udah balik…..huhu. Yah sambil nunggu mereka istirahat kita ke taman depan deh. Kebetulan hujan reda meskipun mendung masih menggantung. Beberapa anak dari hotel dan dari rumah terdekat juga mulai keluar main.

Disana Mozi main ayunan, perosotan, dan rumah2an di area bermainnya. Sementara aku iseng nyobain alat olahraga publik yang ada di beberapa spot. Ada alat untuk latian jalan dan alat untuk mengencangkan perut, ga tau deh apa namanya, wong ga pernah nge-gym. Cuma instrumen sederhana dari besi dicat putih dengan papan instruksi di depannya, tapi itu menunjukkan kepedulian masyarakat dan pemerintah akan kebugaran.

Seoul_day_3_76

Abis itu petualangan dimulai, tema hari itu adalah cultural tour. Karena lokasi terdekat adalah Namsangol Hanok, kami mulai perjalanan dari Korean Traditional Village itu. Kejadian Seoul Tower berulang lagi, baru naik taksi ga berapa lama taksi udah belok dan berhenti. Ealah deket banget ternyata, tapi karena bawa bayi jadi ga minat juga untuk jalan kaki. Disambut oleh gapura raksasa khas Korea yang menyembul diantara toko2 dan cafe moderen, kami memasuki perkampungan korea jaman Joseon yang dijaga keasliannya untuk tujuan wisata. Masuknya free of charge dan kita ditantang untuk menjelahahi areal seluas 8000m2.

Kita sih nggak gitu2 amat, begitu masuk kita foto2 dibalik papan bergambar baju tradisional Korea -Hanbok, foto dengan latar belakang rumah2 tradisional dan gunung Namsan dikejauhan dan melihat2 sepetak areal pertanian dan alat2 tradisionalnya. Rumah pertama (dan satu2nya) yang kami kunjungi adalah rumah di bagian Gugakdong yang kebetulan hari itu menggelar pameran Hanbok dan Tea Ceremony. Sayangnya harga sewa untuk berfoto dengan hanbok kurang cocok dengan kantong, 10.000 won (dikali 4 orang bisa setengah juga dong!) jadi kami masih berharap mendapatkan kesempatan di lain tempat.

Seoul_day_3_118

Nggak terlalu lama di Namsangol Hanok, kami meluncur ke tujuan berikutnya; Insadong. Cultural Street yang satu ini tujuan wisata wajib untuk turis, terutama wisata belanja barang2 seni dan khas Korea. Dari keseluruhan 2km jalan yang membentang dari ujung ke ujung, plus gang2 kecil di sepanjang Insadong, kami cukup melalui setengahnya saja, dari Insadong 5 ke Insadong 11. Despite harganya yang gak sesuai perkiraan jalan itu bener2 memenuhi keinginan kami, toko souvenirnya yang sangat khas, galeri2 seni, tea shop, tourst information center yang helpful dan alhamdulillah cuaca yang cerah.

Seoul_day_3_200Seoul_day_3_141

Setelah belanja (dan cuci mata) souvenir yang beraneka ragam; kipas, kaligrafi, ukiran, topeng, sutra dll, kami menyempatkan diri untuk mencoba Rice cake (tteok) di salah satu tea shopnya Jilsiru Tteok cafe. Kafenya mini, rice cakenya warna pink bermotif bunga, minumnya teh labu (bukan rasa labu, tapi sari labu beneran), pelayannya selalu tersenyum, pokoknya kafe ini kesannya…..imut deh. πŸ˜€ Mungkin karena suasanya dan ademnya, Mozi ketiduran. Dan sepanjang jalan pun dia terlelap di gendongan sampai akhirnya bangun waktu kita makan siang di ujung terakhir Insadong.

Seoul_day_3_178

Sebelum mencapai ujung akhirnya kita menemukan Tourist Information Center di Insadong 11 yang sedari tadi kami cari. Kenapa? karena kabarnya (dari internet) mereka menyewakan Hanbok dengan harga yang bersahabat; 3000 won saja dan bebas berfoto bahkan sampe dibawa jalan2 keluar segala. Untunglah kita segera nemu, karena kebetulan hujan mulai turun lagi jadi kita bisa berteduh. Di dalam TIC kami disambut pegawai TIC yang ramah, seorang staf cewek yang bahasa inggrisnya bagus, dan seorang bapak yang langsung bilang “Selamat Siang” waktu tau kita dari Indonesia. Ternyata dia sering business trip ke Jakarta.

Oleh mereka kami ditunjukkan sederet kostum cewek dan cowok, ada kostum royal family, rakyat biasa dan abdi istana. Waktu kami tanya berapa biaya untuk sewa satu kostum dia menunjuk ke papan petunjuk bahwa mulai pulul 10 sampai pukul 15 peminjaman hanbok tidak dikenakan biaya. Yippie!! Biarlah dengan backround seadanya (karena diluar hujan, jadi terpaksa foto di dalam gedung. padahal kalo ga hujan bisa foto dengan latar belakang gedung TIC yang berbentuk bangunan kuil) dan pake kamera pocket kita sendiri yang penting pernah pake hanbok :D. Kita langsung pilih2 kostum. Dengan riang si mbaknya nanya apakah kita mengikuti filem korea, lalu dia menyebutkan sebuah judul/tokoh, sayangnya kita ngga ada yang tau. “But we watch Dae Jang Geum- Jewel in the Palace” kataku. Lalu dengan sigap dia menunjuk pada sebuah gaun warna pink dengan rok biru yang ternyata adalah replika gaun Jang Geum sewaktu menjadi koki istana, sedangkan satu lagi yang didominasi warna hijau adalah gaunnya sebagai tabib istana. Huhu seru….aku pilih yang pink, karena kebetulan aku pake kerudung yang sewarna. Sayangnya Mozi lagi tidur, padahal ada tuh hanbok untuk anak laki2.Tapi dia sepertinya lagi lelap banget sampe2 ga kebangun waktu aku tidurkan di kursi panjang. Tapi dia sempet difoto dengan ditempeli rompi hanboknya πŸ˜€

Seoul_day_3_231

Setelah puas berpose2 dan hujan sudah reda, kami melanjutkan perjalanan. Keluar dari Insadong 11 kami disambut bangunan bertingkat yang rame anak muda2. Bangunannya terbuka dengan tangga2 besi, apakah gerangan? Ah ternyata the infamous Szamziegil, independent craft center alias mall handycraft nya anak muda yang kayaknya emang tempat nongkrong yang yahud. Konsepnya open mall dengan coble stone dan toko2 kecil yang imut dan artsy. So cool.Kami sempet masuk bentar liat2, dan aku masuk beberapa toko asesoris yang berhasil membuatku patah hati karena kelucuan produknya dan ketidak lucuan harganya.

Seoul_day_3_252

Berikutnya karena udah kecapekan dan udah mulai sore kita memilih untuk late lunch dan langsung balik ke hotel. Malamnya aku kira bisa sneak out lagi setelah Mozi tidur, eh ternyata si tole begadang dan ga tidur2 jadi gagal deh.

Advertisements

8 thoughts on “Journey to the Seoul : Day 3

  1. seperti kata bapaknya Mozi..trip kali ini menyesuaikan Nak Mozi..jadi apapun kebutuhan tole dipenuhi dulu..yg penting anak senang..bapak juga senang…*apaan sih*

  2. Waaa.. so cute. Biarpun aku ga terlalu gila korea tapi dari ceritamu kok rasanya menyenangkan ya :D. You look cute rit pake hanbok itu. sayang mozi ga bisa pentalitan ya. pasti ngganteng kalo dipakein warna biru gitu πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s