Review Resto: Joni Steak – Mangga Besar

Ah aku terjangkit tren review resto, habisnya kali ini berkesan banget niiih. Aku pengen pamer aja kalo ada resto steak pinggir jalan yang rasanya memuaskan ngalah2in kafe2 di mall yang sok2an steak tapi dagingnya kecil, kering dan rasanya nggak ngalor nggak ngidul tapi harganya ngulon banget (opo seh, mahal maksudnya)

Emang udah sering sih denger namanya Joni Steak, bahkan kerabat yang nun jauh di lebak bulus pun sampe belain mampir ke rumah demi nyobain Joni Steak cuma kemaren2 males karena kan emang warung tenda pinggir jalan banget yang penuh sesak, panas, banyak tukang ngamen dan berdebu dari mobil2 yang lewat. Nah sekarang warung yang buka di pinggir jalan Mangga Besar itu (deket roxy pasar baru) udah direnovasi dan punya ruko sendiri. Jadi sekarang meja2nya teratur, ada kipas angin raksasa, lebih bersih, open kitchen dan ada di lantai dua juga untuk mengantisipasi pengunjung yang membeludak di malam minggu.

Img_0582

Begitu masuk pramusajinya langsung sigap banget nganter kita ke meja yang kosong. Bahkan saat meja masih kotor (karena pengunjung sebelumnya baru pergi) langsung petugas kebersihan yang beresin. Kita dikasih selembar menu yang straight-forward (gak aneh2) dan disarankan langsung pesan supaya makanannya cepat keluar. Langsung kita pesan Mashed Potato dengan keju dan saus jamur, Tenderloin steak dengan saus jamur juga, Salmon Steak (import) dan minumnya biasa Ice Lemon Tea dan Teh Anget.

Nggak sampe 15 menit mashed potatonya udah keluar, porsi dan rasanya niat banget lho. 3 scoop kentang tumbuk yang lembut (gak sekedar kentang ditumbuk yang hambar, tapi creamy juga) dengan parutan keju chedar yang melimpar ruah dan  saus jamur dalam mangkuk kecil yang generous, kental (nggak encer), spicy dengan taste yang pas buat aku.

Img_0576

Setelah itu berturut-turut minumnya dateng, terus tenderloin steak dan salmon steak yang masing2 porsinya sangat manusiawi. Manusiawi dalam arti cukup gede tapi gak sampe bikin mabok. Side dish-nya salad, potato wedges dan potongan jeruk untuk salmonnya.

Img_0581

Untuk tenderloinnya karena aku pesen yang lokal jadi emang ga mulus2 banget. Masih berserat dan berotot, tapi gak masalah karena kunyah-able dan juicy banget. Salmonnya juga gede, luarnya kering dalemnya masih basah dan pinkish. Selain beberapa duri yang aku nemu, menurutku rasanya oke dan bumbunya meresap.

Img_0580

All in all sih kami puas banget, si mario malah dengan semangat membersihkan piringnya dan piringku juga (yg kurang bersih menurutnya). Dan tagihannya ga bikin jantungan karena cuma habis 100an. Salmon Steak 50ribuan, tenderloin steak (lokal) 30an. Kalo daging2 impor (termasuk secondary cut wagyu) harganya sekitar 50an, menu lain (termasuk pasta) ya dibawahnya. Rasanya pas di lidah kami dan nggak terlalu jauh dari rasa asli steak barat.

Ternyata pemilik Joni Steak ini pernah tinggal di Australia dan mendalami cara pembuatan dan penyajian steak untuk akhirnya buka resto steak yang terjangkau orang kebanyakan. Buktinya pengunjungnya emang banyak dan variatif. Mulai dari big-eater, steak lover, ibu2 dan anak2nya, couples on a date atau sekedar penduduk sekitar yang nyari makan malam (us included).

Dan sekarang Joni Steak ada yang bentuk restoran di jalan besar harmoni (sebelah Gado-Gado cemara) pastinya jauh lebih nyaman karena ac dan gak ada pengamen.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s