Petualangan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Bila misi perjalanan kali ini adalah; mengunjungi MbakMbil (sekaligus menginspeksi tingkat keprihatinannya), melihat sisi lain dari Yogya (yang biasanya ga jauh2 dari keraton, candi, malioboro), merasakan kuliner lokal yang merakyat, menyenangkan si moncil (dengan naik pesawat, kereta dan delman), memanfaatkan voucher Santika (hasil beli impulsip di Groupon) dan menghabiskan long weekend yang murah hati (4 hari aja gitu bow) maka misinya adalah BERHASIL. 

Img_2441
Hari Kamis kami bertiga (saya plus Mozi dan adik saya Nia) diantar si Bapake ke Terminal 3 (sengaja ngotot book AirAsia demi males ke Terminal 1-2). Flight berangkat tepat waktu dan tiba tepat waktu di Bandara Adi Soetjipto. Kami langsung disambut sebentuk Dora warna pink nyentrong dengan kaos bertuliskan “I Love Boys In the Band”…sungguh me-melek-kan mata :D. Lalu kami naik taksi ke Santika untuk bergabung dengan rombongan Malang (mami papi). Yak serah terima dilakukan dan saya libur jadi babysitter. Langsung siang itu menggandeng MbakMbil jalan2 keluar hotel, kapan lagi kan bertualang bambes2an seperti dahulu kala. Niat beli pampers di Indomaret berlanjut ke arah Stasiun Tugu untuk mengisi perut dengan hidangan angkringan pinggir jalan. Kami ‘check-in’ di Angkringan Mbak Ireng yang sudah terdaptar di Geotag Socmed. Menikmati sepiring pecel dan nasi rames ditemani es teh, ditutup dengan senyuman lebar pas tau harganya cuma 15ribu berdua :D. 
Img_2468
Img_2457
Img_2456

Senja kami habiskan berleha2 di hotel, nyobain skuter baru si Mozi (??) dan berenang2 sedikit menyegarkan badan setelah perjalana jauh. Malemnya mode turis mulai dipasang; kami meluncur dengan becak ke Warung Raminten yang tersohor ituh. Kami termasuk beruntung karena bisa mendapatkan kursi ber-6 dengan hanya mengantri 2 orang. Restonya crowded, umpel2an, bau menyan, setiap sudut diisi meja dan pajangan2 artistik plus pelayannya yang mondar-mandir dengan seragam eksotis mereka. Kami cukup ‘terhibur’ dengan porsi mie godog yang sebaskom, es degan yang se-akuarium , wedang jahe yang setinggi vas bunga dan ituh ehm…..mbah2 bertampang mistis yang berdiam diri di depan patung itu ngapain sih ituuuuu. Kalo buat aku yang memasukkan Mie Godog dalam daftar must-try sih cukup puas dengan rasa, porsi dan harganya.
Img_2507
Img_2485

Img_2504
Malamnya MbakMbil dan Nia melanjutkan perjalanan gawol mereka dengan nongkrong di alun2 tugu menikmati Kopi Areng, Susu Ketan, dan apalagi lah saya lost count. Nampaknya sih cukup menarik dan eksotis, tapi saya keburu tepar.

Hari Jumat-nya kami melancarkan rencana perjalanan jauh; menyewa mobil ke Kaliurang, sebelumnya pagi2 masih sempet renang2, sarapan dan skuter-an lagi :D. Kenapa Kaliurang? ehm kenapa ya? Karena sekalian lewat kosan Tedi, karena belum ada yang pernah kesana (kalo si Gambil sih dejavu katanya) dan obyek wisatanya kayaknya lebih family friendly daripada pantai dan candi2an lain. Setelah mampir kosan Pogung Lor yang berkesan pedesaan πŸ˜€ (rumah2nya masih berlantai tanah looh, mungkin berdinding bambu jugak :D) kami melesat naik ke arah Telogo Putri karena katanya ada air terjun dan monyet (atraksi buat si kecil). Sampe diatas sih kita sante2 aja gak berambisi apa2, cukup senang dengan makan siang di warung sederhana. Nyobain Nasi Klenyer (yang ternyata nasi goreng dikasih jerohan kelinci (!!)), sate Jamur (gak usah belain ke Jejamuran lah ya) dan the highlight of the day: Sandwich Ketan Tempe. Untuk yang mencari makanan unik yang sesuai selera, Tempe Bacem manis yang ditumpuk bersama ketan lembut yang masih hangat itu memuaskan sekali sodara. Kalo saya ditambah bonus wajik gula jawa yang legit, anget dan lembut…yeum…
Img_2528
Img_2525
Benernya kalo mau agak menantang kita bisa nyewa jeep off-road untuk tour lava merapi dan melihat lokasi meletusnya merapi dan mungkin kediaman mbak Marijan. Kami cukup puas dengan naik kereta kelinci 4ribuan keliling2 daerah situ melihat peristirahatan sultan dan villa2 belanda lain yang kurang terawat (dan terkesan creepy), menara pantau merapi, taman rekreasi kaliurang (yang ternyata cuma hutan wisata dan wahana mainan anak2) dan beberapa lokasi yang menurut kenek kereta sempat terkena imbas Merapi (jembatan yang putus tergerus banjir lahar, pohon2 yang gundul tersambar awan panas wedhus gembel). Lumayan menyegarkan kok menur
utku. 
Img_2540
Img_2533
Lepas Duhur kami sudah di pusat kota lagi, meluncur ke arah Malioboro -wisata belanja yang ini kayaknya gak afdol deh kalo sampe terlewat. Mozi yang masih lesu sempet semangat naik Delman dua kali keliling sementara kami2 berburu batik oleh2. Lumayan efektif kok, ga sampe setengah km dan ga sampe sejam kita udah puas dengan hasil belanjaan masing2. Then we call it a day dan balik ke hotel untuk sante2, mungkin renang2 dan makan malam Mekdi hihihii Mekdi Yogya inih. 
Img_2562

Hari Sabtu, hari terakhir tapi aku menolak untuk slowing down. Pagi2 barengan Mozi bangun jam enam dan renang2 lagi, sama sarapan gilak (cuma disini saya makan Gudeg selama di Yogya). Begitu MbakMbil dateng langsung deh petualangan dimulai lagi. Agenda kali ini sangat personal jadi ya ga usah ngajak yang lain. Saya mau ke outletnya Dowa bag yang bikin penasaran itu. Kayaknya saya bakal nyesel deh kalo sampe ga sempet kesana. Karena workshopnya di Godean tergolong jauh, jadi aku memilih untuk diantar ke Novotel yang berjarak ga sampe sekilo dari hotel. Disana pun ga sampe sejam kita udah keluar lagi (diriku menenteng sebentuk tas rajutan kuning kenari) dan menunggang becak ke Jl. Cik Ditiro untuk menjajal Lotek andalan Bu Dian. Meskipun sempet nyesel karena tadi pagi sarapan kebanyakan dan ga sempet makan lotek, tapi aku cukup teryakinkan bahwa Lotek-nya enak. Mengingatkan saya akan sepiring pecel lauk gorengan di kantin SMA. 
Img_2599

Sekembalinya ke hotel semua sudah siap berangkat ke bandara dan kami mengucap dadah kepada Pemandu Wisata kami yang akan kembali ke kosan untuk mengerjakan tugas (kayaknya). Karena mood orang2 masih bagus dan masih pengen ke Galeri Saptohoedojo, jadi aku lancarkan rencana pribadiku untuk mengunjungi Museum Affandi. Karena belum ada yang pernah kesana dan karena penasaran pengen liat ex-rumah sang maestro aku pun ngotot ke Museum Affandi meskipun sopir taksi ngotot nganter ke Galeri Sapto. Bener aja, aku pribadi sangat terkesan sampe detik ini. Mengunjungi museum seluas 3600m2 yang terdiri dari bangunan2 unik yang terpisah itu saya seperti merasakan langsung kehidupan Sang Pelukis; kesehariannya, inspirasinya, jiwanya. Terutama saya terkesan dengan lukisan2 impresionis beliau yang selama ini cuma liat sekilas doang di tipi2. Owh ternyata aslinya bener2 menggugah hati deh, apalah itu istilahnya yang pasti ngeliat guratan2 cat minyaknya yang kasar itu seperti merasakan semangat Sang Pelukis dan obyeknya. 
Img_2617

Img_2608
Satu jam sebelum boarding kami sudah di airport  untuk kembali ke tanah ibukota dan berakhirlah petualangan DIY kami. Alhamdulillah sekali dikasih lancar, bonus senang dan puas. Terima kasih juga untuk pemandu wisata abal2 πŸ™‚
Advertisements

3 thoughts on “Petualangan di Daerah Istimewa Yogyakarta

  1. Aaaah aku jadi pengen Njogja juga! Makanannya nampak enak, aku tak tahan liat pecel, tempe bacem, ketan sama wajiknya *iler ngocor*.Semoga sebelum Mbak Mbil lulus aku masih sempet booking dia sebagai tour guide-ku nanti. Amin, amin, amin.

  2. jadi yang setinggi vas bunga itu wedang sere. pas jemput di bandara, kayanya dora ber t-shirt pink sudah nampang lamaaaaa kalian tetep aja jalan nyante. huhtrus..kapan kita nyoba ke kafe coklat nan tersohot di blog lama xixixi…to mbak Icha: jadi nyuruh saya ga lulus2 nih???? iya ya??? *sensiNb: suer kosan saya bukan desa!!!!!

  3. salah banget nih, baca ini postingan sehabis yoga dimana perut minta diisi…bikin pengeeennn *sluurrrpp* #ga nyambung ma isi postingan πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s