Mengapa Saya Tidak Menjadi PNS

Sebenernya yang tanya hal ini ga ada di sini, tapi kenapa saya jawabnya di mari ya?
Haha biar aja, niatnya cuma evaluasi diri aja kok

Jadi kenapa, mengingat kedua ortu dan kedua mertua adalah PNS dan sekarang pun saya kerja di institusi pemerintah, saya ga berniat menjadi PNS?

  1. Saya ingin pekerjaan yang fleksibel, dalam jam kerja, dalam karir (bisa resign dan apply sesuai kebutuhan) dan dalam load-nya
  2. Saya nggak mau masuk dalam sistem kepegawaian yang rumit dan ribet. Urusan golongan lah, saingan naik pangkat, mutasi, promosi dll dst dsb…..saya ga mau karir saya diatur orang.
  3. Saya nggak mau terbutakan dengan perduitan, karena sesungguhnya jadi PNS itu kudu itung2an gaji, tunjangan, uang makan, uang rapat dll. Kalo ga aktif ga dapet duit, tapi masa kudu kerja pake argo (kalo rapat ga dikasih honor ga dateng)
  4. Emang sih enak semua ditanggung negara, askes, pensiun, anak, suami, bahkan rumah. Tapi apa bener tunjangan itu cukup? Apakah bener prosedurnya semudah itu? Sampe kapan dan sampe dimana akan menggantungkan hidup pada negara? Saya mendingan berjuang sendiri untuk menabung hari tua, untuk bayar premi asuransi dll.??
  5. Males sama cap negatif-nya. Saya tau banget kalo PNS jaman sekarang kinerjanya udah lebih TOP, tapi males aja kalo jam istirahat ke mall pake rasa bersalah. Naik mobil plat merah dikira biar bebas tilang dll
  6. Memang kerja diamanapun akan ketemu dengan intrik2 dan kompetisi yang gak sehat, tapi bayangkan kalo jadi PNS intrik dan musuh bebuyutan itu akan kamu temui SEUMUR HIDUPMU….mak malese. gak mau nambah jerawat deh
  7. Saya paling ga tahan kalo harus bekerja dalam bidang yang tidak saya kuasai, padahal kalo di PNS ga selalu posisi kita sesuai dengan kemampuan, tergantung posisi yang lowong apa. kalo picky ya ga naik2 pangkat. ribet toch
  8. lastly saya gak siap ngadepin persaingan CPNS nya bok….saingan bejibun, belum tentu ketrima, udah gitu banyak yang lebih membutuhkan daripada eke
Advertisements

Diana – Kate

Penonton kan boleh komentar ya, dan saya memilih untuk melakukannya secara sembunyi2 disini. Terbuka tapi tidak terpublikasi. Saya cuma mau mengungkapkan uneg2 dan hasil analisa saya tentang Royal Family of England ituh….berasa penting ga sih sok2 nganalisa mereka hehe

Karena eike diem2 (ato terang2an?) nge-pens sama Mas Will, sedangkan emakku sering ngikuti beritanya Lady Di, jadi sedikit banyak aku ngamati lah pemberitaan2 mereka. Karena dulu terbutakan dengan kegantengan anaknya *blush* jadi ga terlalu ngeh dengan kepopuleran ibunya. Cuma taunya Lady Di itu well-dressed, sering bertentangan dengan istana, sayang banget sama anak2nya, pernikahannya gak harmonis dan dicintai banget sama publik. Waktu William nikah sama Kate Middleton, mau ga mau publik membanding2kan Kate ini dengan ibu mertuanya, dalam urusan fashion, kepribadian, image, dll. Karena mereka berdua sama2 kecintaan publik, sama2 dicintai William (yg juga merupakan figur kesayangan publik) dan akhirnya jadi pusat perhatian dunia terhadap Royal Family.

Meskipun kayaknya mereka memilliki kesamaan, dan aku yakin Kate menghormati Diana,?? baik sebagai ibu mertua maupun sebagai public figure, tapi aku mereasa mereka berdua adalah 2 kepribadian yang sangat berbeda. Inilah hasil pengamatan saya:

https://i1.wp.com/www.logoi.com/picture-movies/img/lady_diana_09.jpg

BACKGROUND
Aku ga tau kenapa Diana dijadikan simbol rakyat jelata dalam kungkungan istana, karena Diana bukan dari kalangan rakyat jelata. Dia sendiri seorang bangsawan dari sononya, jadi kalo dibilang kisahnya seperti kisah cinderela ya gak juga. Cuma ya emang kayaknya keluarga Diana gaya hidupnya ga tipikal sosialita/bangsawan, jadi Diana masih cari duit, ngajar jadi guru tk dll sebelum nikah sama Charles.
Kate on the other hand, bener2 dari kalangan orang biasa, 'commoner' kalo mereka bilang, 'muggle' kalo Harry bilang :p. Dia bisa masuk lingkungan bangsawan semata2 karena keluarganya kaya dan mampu menyekolahkan dia di sekolah papan atas. Dan mungkin William juga sengaja milih sekolah yang ga terlalu eksklusive alias membaur dengan muggle. Kate pun kaya juga bukan karena keluarganya terpandang or anything, tapi emang ibunya berbisnis dari bawah banget sampe akhirnya bisnisnya sukses

PERSONALITY
Ya kalo di foto sih kayaknya kedua orang ini (dan kebanyakan public figure lain) terlihat ramah, bahagia, selalu senyum dan tertawa. Tapi kalo diliat dari pemberitaan media kayaknya gak selalu gitu deh.
Diana kayaknya udah notorious dengan sikapnya yang bertentangan dengan The Queen dan aturan2 protokoler istana yang mengekang. Sikap ini dinilai 'revolusioner' oleh masyarakat. Aku pun demikian, tapi apakah itu sikap yang benar sebagai seorang outsider di kalangan istana?
Sedangkan Kate, dia kalah start sama Diana, sebagai commoner pasti dia harus belajar dari nol tentang unggah-ungguh Istana dan harus berusaha lebih keras untuk mengambil hati keluarga istana. Gimana2 kan keluarga ningrat lebih memilih calon mantu ningrat juga. Nah kalo Kate sikapnya 'rebelious' kayak Diana, mana mungkin ratu setuju dan suka sama dia. Jadi kalo aku bayangin Kate ini tipe2 cewek manis yang sopan dan menghormati yang lebih tua gitu deh.

FASHION
Keduanya jadi icon fashion pada masanya. Setiap baju dikomentari dan jadi legenda sampe sekarang. Tapi somehow aku menangkap aura yang berbeda dari keduanya.
Kalo disurvey lebih jauh, maka kita akan menemukan label2 dan desiner favorit Diana, bahkan dia adalah langganan sebuah salon kalangan ningrat dan butik baju di inggris yang terkenal mehi. Pilihan fashion-nya pun cenderung – ga konservatif, berani, outstanding dan most of the time sexy
Kate, sejauh ini belum ada satu label yang diasosiasikan dengan namanya, belum ketauan siapa penata rambut dan perias wajah andalannya. Mungkin ada, mungkin enggak, mungkin juga ada tapi dia nggak terbuka masalah itu. Seperti komentarnya saat ditawari jadi sampul majalah Vogue; dia bukan fashion icon, dia hanya menjalankan tugas negaranya (in style). Stylenya memang moderen dan eye-catching tapi sejauh ini ga pernah terlalu terbuka, cenderung manis, elegan dan formal. Waktu dia pake baju merah di Queen Jubilee aja udah ada yang komentar kalo pilihan warnanya kurang appropriate karena Queen yang punya gawe?? pake warna kuning pucat sehingga Kate cenderung overshadow her.

jadi kalo mau disimpulkan sih kayaknya ya
Diana itu kepribadiannya keras, gak mau terkungkung, dan cenderung vain alias masih mikirin hura2 dan duniawi.
Kate itu orangnya lurus dan konservatif, dilihat dari kesukaannya akan segala macam olahraga, pilihanya untuk tidak hidup di istana tapi di sebuah desa di pinggiran inggris, dan pilihan dekorasi dan baju pengantinnya yang ga berlebihan (menurutku). Cuma dari semua sikap2nya yang idealis itu kok ada satu pemberitaan yang ga cocok dengan sikap2nya itu, yaitu pilihannya untuk diet dan akhirnya menampilkan sosok pengantin ceking dengan pinggang yang gak masuk akal ukurannya. Bukankah itu akan menjadi contoh dan pantuan trend yang buruk ya? Padahal aslinya kan sosok Kate itu sehat, bugar dan berisi.

Jadi kalo mau dibayangin lagi seandainya Diana masih hidup dan ketemu Kate, kayaknya mereka gak bakal cocok2 banget deh. Ya mungkin ga sampe Diana menolak Kate, tapi at least ga sampe shopping berdua, party2 etc. Kebayang aja Diana ngajakin Kate untuk escape dari istana sementara Kate nya ga mau membelot dari aturan sang Ratu. Wih bisa drama tuh…..