Ambisi 2013

Kalo 13 adalah angka sial untuk kebanyakan orang, buatku 13 itu adalah angka cantik-ku
Aku pernah dapet nomor urut 13, naksir pemain basket no punggung 13, masuk di kelas 1.3, tinggal di rumah no. 13 (diubah jadi 11A) begitu juga dengan nomor rumah mertua.
Tapi bukan atas pertimbangan itu aku mematok banyak ambisi di tahun baru ini. Yah kebetulan timing-nya pas aja jadi semangat membara untuk memulai banyak hal baru di tahun 2013, antara lain

Sekolah S2
Tujuan utama adalah memperdalam ilmu, dan mendapat gelar Master. Karena latar belakang saya yang manajemen ini membuat karir saya nggak jauh2 dari administrasi dan…..manajemen. Padahal aku pengen terlibat dalam proses dan mendalami bidang kerja ku. Untuk itu aku harus ambil magister di bidang yang spesifik, kandidatnya antara lain ekonomi, studi pembangunan dan studi sosial lainnya. Dimana? nah itu juga pertanyaan yang penting. Kuliah yang aku idamkan itu ada di Indonesia maupun luar Indonesia, jadi pilihannya luas. Tapi masing2 ada plus-minus nya kalo di dalam negri enaknya ga bingung sama anak suami dan tetek bengeknya, masih bisa kerja, tapi minusnya aku kudu bayar sendiri, dan jujur aja eke nggak pernah kuliah di negri sendiri jadi agak jiper dengan aturanya yang belibet. Kalo di Indonesia pun pilihannya cuma satu; Universitas Indonesia, karena disanalah para suhu ilmu sosial berada dan berasal. Kalo aku mau mendalami bidang sosial di Indonesia, aku harus berguru pada mereka. Kalo di luar Indonesia, selain mengobati kerinduan akan kehidupan barat dan hasrat untuk liburan :D, aku pasti akan melamar jalur beasiswa, jadi free study. Tapi itu juga belum tentu ketrima karena sainganya ketat, belum lagi kalo jadi berangkat berarti persiapanya gak maen2 ….ribetnya.

Punya Rumah
…..di Jakarta. Baiklah mungkin ini karma atau kutukan atas kepongah-anku untuk tidak akan pernah tinggal di Jakarta. Tapi kami mulai merasa bahwa saat ini kami membutuhkan rumah tinggal yang lebih layak di Jakarta- dimana kami mengais rejeki. Nggak bisa dipungkiri kami mulai mengakar di ibukota yang super rempong ini, karena si Bapak sudah 7 tahun kerja di tempat yang sama, dan aku yang sudah mengundurkan diri dari arena pun ditakdirkan untuk kembali lagi ke jalur karir di Jakarta. Ya Alhamdulillah, tapi kami mulai harus memikirkan masa depan kami dan si kecil yang sudah mulai membesar. Kami tidak bisa selamanya berlindung dalam flat mini kami yang memang nyaman banget. Disini kami nggak pernah mikir macet, gangguan keamanan, atau kerusakan2, karena sudah ada yang ngurus. Bahkan cuci, bayar tagihan dan masak sekalipun *sigh. Kami harus mempertimbangkan bahwa Mozi butuh tempat tinggal yang lebih luas dan lebih terbuka supaya nggak sumpek dan ga gampang sakit. Selain itu biaya sewa flat ini akan lebih menguntungkan kalo dipake untuk nyicil rumah ukuran mikroskopis di jakarta. Selain kita jadi lebih bebas (masak, terima tamu, dekorasi) ke depannya ini akan menjadi investasi yag sangat menguntungkan kalo kita punya sepetak tanah di jakarta. Karena itulah apartemen tidak masuk dalam pilihan kami.

Itulah dua ambisi terbesar saya, selain itu masih ada yang kecil2 seperti:

Mantu
Atau lebih tepatnya bantuin ortu yang akan mantu adek semata wayang. Yah selain jadi tamu yang baik, kami kan juga harus bantuin persiapannya semampu kami. Mulai dari cariin souvenir, bookingin tiket para sodara, cariin kebaya, dll

Liburan
Astagah, ini kayaknya ambisi setiap saat deh. Soalnya belum kesampean sih mau liburan bertiga kemana gitu demi melepas penat.

Bisnis
yah meskipun kecil2an kayaknya kudu musti saya/kami mulai bisnis untuk pegangan kalo udah ga kerja lagi

Nabung
Halah!! gimana mau nabung kalo ambisi seabreg gitu semua butuh duit. Yah,….namanya niat ya, sapa tau dikasih jalan. Mungkin nabungnya ga berupa duit tapi investasi yang bisa diuangkan sewaktu2 butuh dana.

yah semoga dengan menyusun daftar prioritas dan meluruskan niat semua itu dapat tercapai, minimal melakukan langkah kecil lah untuk menuju kesana, insyallah……Amin…

Advertisements

Acara Lamaran iaNia

Nah jadi ceritanya tahun baru kemarin kami pulang kampung selain liburan juga karena ada acara lamaran adek tercintah. Rumah kami yang hanya dihuni satu keluarga beranggotakan 4 orang itu diserbu rombongan calon manten lanang yang berjumlah 80…..iya, ga salah ngetik kok delapan puluh aja gitu keluarga pihak cowok yang bakal dateng. Akhirnya emakku yang maha heboh mengundang besan, teman2 SMA adekku, tante2 di jakarta, bahkan orang2 di Malang yang masih bau2 sodara. Lumayan lah jadi 20 orang termasuk Mozi dan mantu2 (mantu cuma 1 kalik!).

Saya ga pernah menghadiri lamaran sebelumnya, dan saya sendiri lamaran cuma berupa 4 orang keluarga cowok, bertandang ke rumah kami berramah tamah, membicarakan tanggal dan tukeran hantaran kue. Itu pun tidak terlihat heboh karena kami sudah sering saling mengunjungi pas lebaran, atau pas jemput/anter. Karena toh esensinya lamaran kan meminta calon manten perempuan dan membicarakan tanggal peresmian saja. Jadi ya itulah yang kami lakukan.

Lain ladang lain belalang, ternyata di keluarga calon suami adekku yang campuran jawa-madura ini terbiasa dengan acara besar dengan keluarga besar, jadilah kami grabak-grubuk nyiapin acara lamaran yang udah semi-resepsi ini (tinggal panggilin penghulu aja nih). Nah karena saya seksi dekorasi yang mana tugasnya menghias hantaran untuk keluarga cowok dan mungkin menghias ruangan seadanya, jadi yang saya foto bagian dekornya doang ya…..sama seserahan pihak cowok yang ngujubile banyaknya……37 keranjang sodara!!! dan harus dipajang di ruangan acara….Mak…

Ini hantaran kami, seperangkat alat solat berbentuk merak….gak keliatan ya meraknya? mirip kok aslinya 😀

Photo_1

Hantaran kue kering hasil buatan Bakery Panji Suroso

Photo_2

Parcel buah kaleng dan seperangkat keperluan bikin puding

Photo_3

Ini snap-shot kecil dari seserahan mereka yang terdiri dari pakaian sak-pengadeg..

Photo_4

…15 macam jajan pasar (masing2 sekeranjang dong, masa sebiji!),..

Photo_5

Belum termasuk sekeranjang bunga, pinang, sirih, 4 kue tar (yes 4 bunderan, bukan slice/mini cake) dan seperangkat bed cover….

Tinggal mesin cuci sama kompor, siap deh!