Arti Instagram Buatku

haduh kenapa ya pas punya ide posting yang lebih penting dan bermakna malah ga ada waktu bikinnya. Giliran ada waktu posting yang keluar malah tulisan2 ga jelas kayak gini heheeh. Takpopo lah itung2 terapi gratis…

Sudah lama aku tertarik dengan dunia fotografi. Bukan tekniknya, bukan huntingnya, bukan duitnya, bukan juga obsesi untuk memotret diri sendiri (eh ada lho yg beli DSLR hanya untuk foto2 diri sendiri biar lebih keren …cih). Tapi lebih pada nilai artistik dari foto itu sendiri. Kombinasi warnanya, obyeknya, momen yang ditangkap dll.

Karena awal2 era kamera digital itu jaman kere pas kuliah ya, jadi ga mimpi deh untuk beli sendiri. Akhirnya cuma modal pinjem kamera sana sini. Dan baru tahun 2005 aku ngerasain punya hape yang ada kameranya (meskipun pixelnya minim).

Hasil fotonya? ya numpuk aja di data laptop dan baru terakhir2 berinisiatif untuk upload ke website semacam Fotografer.net, flickr dan blog. Itu pun setelah melalui editing yang njelimet supaya keliatan lebih presentable (habisnya di fotografer.net foto2nya hasil touch-up semua, males banget)

Fast forward ke tahun 2012, dari ngeliat hasil foto seorang teman di FB yang bernuansa vintage aku jatuh cinta dengan aplikasi Instagram. Nggak pernah mimpi sebelumnya bakal ada sebuah aplikasi yang memungkinkan pemakainya meng-upload foto dan memamerkannya pada dunia, sekaligus meng-editnya dengan sekali pencet. Hwah Surga deh…..

Image

Tidak saja aku punya saran untuk menyalurkan hobiku,  tapi aku juga bisa menikmati hasil jepretan orang2; foto2 arsitektur berbagai kota, foto kue-kue dan makanan, foto rangkaian bunga dan hasil2 karya seniman indie, dan untuk sedikit spice-things-up pastinya foto2 seleb. Di sini aku bisa melihat pemandangan2 indah di berbagai belahan dunia, memanjakan mata dengan foto2 unik di sekitar kita sekaligus melihat sisi kehidupan dari sudut pandang orang lain. Instagram jadi seperti mini-travelling untuk mataku,  Very therapeutic.

Dan memang berhasil, setiap habis’jalan2′ ke Instagram pikiran, mata dan mood jadi seger lagi. Seperti kemarin misalnya, semaleman ga bisa tidur gara2 kepikiran sindiran guru2 Mozi di sekolah. Nonton tivi ga mood, ceting ga ada yg onlen, facebook biasanya malah bikin dongkol, jadi aku lari ke Instagram. Melihat Frances menyiapkan potongan2 bunga segar untuk sebuah workshop di New York, menikmati hasil lukisan Lullie yang sedang mencoba media Cat Pastel, dan mengagumi hasil  riasan mata Ayu si make-up artist. Sooo refreshing. 

Hasilnya? aku akhirnya bisa mengantuk, terlelap, bermimpi indah, dan bangun dengan segar….fiiuuuuuuhhhhh….