Good Food of the Week (2)

photo.JPGAh ternyata dewa kuliner sedang berpihak kepadaku, karena setelah minggu kemaren dimanjakan dengan yummy food here and there, minggu ini pun sempet dikejutkan dengan beberapa hidangan yang ternyata lumayan berkesan. Hidangan kesannya dihidangkan diatas nampan bertabur berlian gitu ya, padahal ya beli di warung/resto ato bahkan delivery. But I always appreciate a good food. Anything affordably healthy and yummy..

Chinese Food at Oriental Resto

Resto ini berada nggak jauh dari rumah, di pecenongan lebih tepatnya di lantai dasar hotel Redtop. Biasanya aku kesana kalo pas ada kegiatan di hotel sih, dan itu pun untuk breakfast. Tapi aku pernah nyoba menu a la carte nya enak juga dan surprisingly…..murah. Menunya chinese food tapi bukan capcay, fuyunghai biasa, tapi semacam Ikan Nila Saus Se Chuan Udang Goreng Tepung, Nasi Hainan Bebek dll tapi harganya harga Fuyung Hai…..enak tho. 30-40 ribu berdua lumayan lah. Dan enaknya lagi restonya ga terlalu happening jadi ga pake rame dan lama. Dia kebanyakan catering tamu hotel kayaknya.

Fusion Food at Hongkong Cafe

Entah kenapa aku selalu melupakan kafe ini, padahal masuk dalam daerah jajahan dan udah terbukti masakannya selalu memuaskan dan tempatnya enak. Resto dengan desain moderen, menunya menggiurkan dan porsinya mak…porsi manteb. Andalannya ya Baked Rice -nasi siram cream, keju, jamur dll sllrppppp… dan menu2 lain seperti pasta, pizza dengan sentuhan asia, atau menu asia seperti sup ikan dan nasi goreng dengan udang gendut dan brokoli a la western. Nggak ada yang mengecewakan, just creamy, hearty food dengan harga yang masuk akal.

Pizza Hut dan PHD Small Nibbles

Jangan tanya saya apa bedanya PH dan PHD, yang pasti mereka serupa tapi tak sama. Menunya kadang beda, meskipun keduanya bisa delivery dan bisa eat-in. Aku yang sudah bosen dengan Pizza mulai tergugah lagi dengan menu makanan kecilnya. Barusan pesen PHD Flatbread dan Capuccino Jelly, flatbread ini cenderung seperti pizza tapi kotak, porsi individual dan lebih murce. Sedangkan capucinno jelly nya ini guweeee banget, manisnya sampe ke ubun2 dengan susu yang kental dan jelly yang renyah. Pokoknya bukan kayak bubble tea yang kenyal itu, tapi ini jelly.

Kalo Pizza Hut aku lagi ngidam banget menu breakfast-nya karena banyak pilihan kue-kue manis dan dessert ringan seperti Bread Pudding, Pancake with Syrup, Melon-Mint Juice, dll. Mengingatkanku akan minggu pagi sambil menikmati lalu lintas Jakarta yang lengang…bliss

JSF2013: Karaoke Bersama Macy Gray dan All4One

Satu, dua tahun sudah sejak terakhir bisa teriak2 di microphone nyanyiin lagi melo sampe lagu dangdut bareng temen2 seirama. Berkali2 bikin rencana gagal, bahkan saat berinisiatif nraktir pun gagal karena kurang antusiasme.

Tapi semua itu terbayar sudah.

Sekitar beberapa minggu setelah lebaran. Disaat ribet2nya ngitung keuangan buat liburan keluarga, sebuah Tweet dari Java Musikindo menggelitikku. Macy Gray akan hadir dalam Java Soulnation 2013 awal bulan Oktober 2013. Karena artis yang konfirmasi baru sedikit (tidak termasuk artis lokal) jadi harga tiket masih pre-sale murah banget. 120 ribu belum termasuk pajak. Aku langsung tancep gas. Harga tiket segitu nggak ada apa2nya dibanding harga tiket konser artis manca lain. Ah dasar rejeki, mungkin karena masih awal2 penjualan tiket jadi masih ada promo Indosat beli 1 gratis 1 tiket. Jadinya 160ribu dapet 2 tiket. Gimana ga murah coba? harganya lebih murah daripada nonton Afgan (kali’).

Beberapa hari menjelang hari H beberapa nama artis ditambahkan dalam line-up salah satunya band Indie yang dari dulu aku incer Mama’s Gun, Karmin dan Far East Movement. Tapi yang paling menggetarkan jiwa adalah: yes All4One. Aku sampe googling untuk memastikan hanya ada 1 band di dunia ini yang namanya All4One. Dan dia perform dihari yang sama dengan Macy Gray. Jadi ga perlu beli tiket lagi. What a deal!

Hari H. Tepatnya hari Minggu tanggal 6 Oktober 2013. Setelah seharian berhasil nggak keluar rumah, jam 17.00 akhirnya ketiduran semua karena kecapekan. Jadi tepat pukul 19.00 kami bertiga, termasuk si kecil bangun tidur dengan energi penuh. Diputuskanlah untuk berangkat bersama2. Awalnya kalo nggak memungkinkan, berarti cuma aku yang akan berangkat.

Cuaca cerah untuk sore menjelang malam itu. Lalu lintas menuju Sudirman pun tergolong sepi sesuai perkiraanku. Karena sebuah festival musik Soul tidak akan membuat keributan yang berlebihan. Benar saja, ternyata di Istora Senayan pun kami masih bisa dapet parkir nggak jauh dari pintu masuk. Tapi hati masih kebat-kebit; takut telat, takut tiket nggak berlaku (saking murahnya), takut di dalem rusuh, takut anak kecil ga boleh masuk, takut si kecil nggak nyaman, takut kalo nekat pulang malem ga dapet taksi dll.

Alhamdulillah semua tidak terbukti. Masuk ke venue dengan lancar tanpa antri (aku hanya berharap event ini nggak merugi karena kurang pengunjung), di dalam pun lengang2 aja meskipun musik dari panggung outdoor sudah membahana. Kami menyusuri tenda2 dengan santai seperti lagi jalan2 di senayan aja dengan pengunjung2 soul yang dandannya lucu2 berseliweran.

Kami masuk LA Lights Main Stage dari salah satu dari banyak entrance menuju hall berbentuk stadium yang dikelilingi tribun pentonton. Depan panggung sudah dijejali penonton, meskipun tidak penuh. Kami memilih tribun supaya bisa duduk santai. Dan itu pun kita bebas memilih karena tergolong sepi dan nggak ada aturan duduk juga. Inilah enaknya festival musik, nggak ada pembagian kasta.

Kedatangan kita jam 20.40 pun ternyata belum terlambat, karena performance belum mulai. Tepat pukul 21.00 layar dbuka. 4 pria LA yang dulu tampangnya begitu familiar di televisi itu muncul. Wajahnya sudah tampak lebih tua, tapi suara mak suara…..nggak ada bedanya sama kualitas CD asli dengan speaker Phillips. Bersih tanpa cela. Gayanya sih nggak beda jauh dengan tahun 1995an, jas navy dengan pantalon marun. Gaya2 acapella di depan microphone tanpa gerakan dance yang berlebihan (malah terkesan old-skool).

Tanpa banyak kata gemuruh sorak penonton di pecah dengan “I can love you like that” dengan paduan keempat suara yang selaras. Bukan cuma satu suara seperti Boyband jaman sekarang. Dilanjut beberapa lagu baru dengan selingan lagu2 lawas yang bikin meleleh sekaligus teriak2 seperti ‘So Much in Love’, ‘She’s Got Skillsz’, ‘ I will be right there’  ‘ Turn to you’ dan favoritku soundtrack nya Hunchback of Notredame ‘Someday’. Yang berkesan sih waktu mereka duduk dan beracapela melantunkan ‘as we walk down the aisle, together……’ uhuhu ademmm rasanya hati. Terus mereka minta penonton nyanyiin bareng.  Beberapa kali juga mereka menyanyikan lagu terbaru mereka yang terkesan lebih masa kini dan upbeat. Tapi nggak ada yang bisa ngalahin nostalgia 1990an yak…

Kelar All4one kita keluar dengan malas, mungkin karena performance selanjutnya masih di ruangan yang sama, atau karena masih sendu sama lagu2 nostalgia. Di luar pun kami bertiga ngga berminat stage-hopping. Pengen sih nonton Project Pop tapi ternyata mereka di panggung outdoor dan kita udah bisa liat dari tempat kita nongkrong di luar Main Stage.  Jadi sambil dengerin lagu2 banyolan Project Pop kita keliling stand, karena Mozi ngotot pengen ke stand First Media karena dia kira ada Video Game-nya.  Sekalian aku juga pengen nyari cemilan2 ganjel laper. Yah akhirnya malah jadi highlight of the night-nya Mozi karena dia dapet berbagai macam merchandise dari setiap stand yang dimasuki; mulai dari pulpen, name tag, stiker, stiker, stiker, glowstick, button dan yang paling hit adalah CD Maher Zein hasil bapake ikut kontes tendang bola. Ehhhh ini nonton konser apa pasar malem sih. Kalo aku cukup gembira di stand-stand makanan karena jualannya enyak2; hotdog, pizza, bakso dan yang nggak tertahankan adalah Cookie Icecream yang wenak banget. Terbayar sudah ngidam eskrim semingguan.

Sekitar jam 21an kita udah siap2 masuk ke Main Stage lagi untuk Macy Gray, tapi karena tau performance nya biasanya baru mulai 10-15 menit kemudian, jadi kita sante aja makan2 sampe puas. Begitu masuk kita kali ini dapet tribun yang tepat di seberang panggung jadi nontonnya nggak miring lagi, meskipun keliatannya kecil.  Macy Gray ini agak special buatku karena aku dulu sukanya diem.  Karena dia kan bukan tipe penyanyi yang Heits banget, tapi aku suka lagu2nya setiap diputer di MTV. Bahkan pas jaman magang di Bangkok sendirian aku beli cdnya dan aku puter sampe bosen di kamar kos yang kosong melompong.

Jadi bisa dibayangnya jejogedan-nya aku begitu terlantun ‘Many times I’ve been told that I should go, they don’t know what we’ve got baby…’ atau saat band memainkan reff  dan seluruh stadium menyanyikan ‘I try to say good bye but I chocked, try to walk away but I stumble..’ Tak henti2nya aku bertepuk tangan, melambai2 dan meneriakkan ‘I Love You’ hanya supaya dia tau kalo penontonnya (aku) antusias (karena penonton lain banyakan ibu2 bapak2 yang manggut2 doang, ato ABG yang kagak ngarti).  Selain itu dia cover lagunya Radiohead-Creep (yang lumayan bikin Bapake girang), You and I -Stevie Wonder, Roxette-Like Lovers Do dan ditutup Mettalica-Nothing Else Matter dengan suara serak-nya itu. Bener2 menghangatkan suasana malam. I just wanna hugh her! Sayangnya ‘Don’t Forget Me’ soundtrack-nya  Confession of a Shopaholic nggak dimainkan.

Dari karakter lagu dan liat video klip-nya sih aku ngira si Macy Gray ini model2 penyanyi soul yang cool dan tenang. Semacam Lauryn Hill atau Sasha’s World (salah satu penyanyi Soul belanda yang pernah aku tonton). Tapi ternyata Gokilz! Orangnya nyentrik abis, slengekan dan cablak.  Di tengah2 nyanyi dia tiba2 buka jaket, andukan, duduk ngesot dilantai atau nongkrong di stand-nya drum. Belum lagi dia tiba2 berenti nyanyi terus asik mainin cincin-nya yang ternyata dilepas dan dilempar ke penonton. Terus celetukan2nya di panggung juga bikin grrr; kayak pas kita nyanyi kurang keras dia pura2 marah, dan dia cerita kalo menurut Google indonesia has beautiful girls with big tits…..grrrrr…… Yang paling berkesan adalah panggilannya untuk para penonton: SEXY PEOPLE….yeah.

Overall I had a great night, meskipun pulang jam 1 malem dan besoknya masuk kerja. Mostly karena aku nonton bareng Bapake dan si Kecil yang ikut senang dengan caranya sendiri. Tanpa ada yang rewel karena ngantuk (nggak mesti yang kecil) . Suasananya nggak hiruk-pikuk tapi tetep seru dan hidup. Nggak mesti bejubel dan gampang dapet tempat. Dan pulangnya nggak harus nongkrong nungguin taksi. Meskipun agak nyesel karena setelah aku ceritain ke anak2 kantor mereka pengen ikutan juga, yaaah tapi kalian sih udah ditawain pas harga pre-sale gak kasih kepastian. Kalo udah 300ribuan pada ga mau beli kan. Lain kali deh ya, masih ada JJF……

Good Food of the Week *

photo.JPG* not that I have a series of Good Food post every week, and don’t intend to make one (yet)

Buatku makan itu seharusnya jadi aktifitas yang menyenangkan dan menghibur, nggak sekedar mengisi perut apalagi kewajiban. Jadi rasanya pengen aja setiap makan itu menjadi pengalaman yang fulfilling. Pas pengen makan apa, pas dapet makananya….hem syedap itu.

Sayangnya itu tidak selalu terjadi. Sebenernya selera makananku nggak ribet2 banget sih, biasanya aku suka yang fresh, non-oily, small portion dan sukur2 kalo nggak perlu nasi jadi pake roti/kentang/mie/ kepepetnya lontong. Intinya aku ga terlalu menikmati masakan yang berminyak, berlemak dan berat. Nah masalahnya hampir semua makanan yang kita jumpai di sekitar kita kan begitu; Nasi Padang, Soto Betawi, Gudeg, Gorengan..

Nah seminggu ini aku seperti diberi pencerahan oleh dewa makanan (?) dan aku pun ditunjukkan tempat2 makanan enak yang kayaknya bisa didatengin lagi kalo aku lagi butuh ide.

Bubur Manado “Baku Dapa” Food Court Atrium Senen. 

Meskipun bubur termasuk nasi yang lembek, tapi makan bubur manado itu sama sekali nggak berat deh. Apalagi setiap suapnya ada sayur, labu dan sambel roa. Yum….nggak pake kerja keras deh makannya, langsung kenyang dan sehat.

Gourmet Burger AH Restaurant

Saya suka sandwich2 segar, tapi saya ndak suka burgernya Mc.D, KFC, AW dan semua fast food itu kecuali BK tentunya. Karena sayurnya masih crunchy dan dagingnya grilled beneran. Tapi kalo disuruh makan burger saya pengen burger yang patty-nya homemade dan masih juicy. Jadi kayak kakan steak pake roti aja. Dan sayangnya untuk dapet burger yang kayak gitu biasanya kudu ke Bistro atau Cafe2 mahal. Kali ini aku menemukan yang harganya sekelas Solaria tapi rasanya boleh juga. Burger Bun-nya mungkin memang factory-made dan nggak special, tapi patty-nya juicy. Bener2 burger yang pantas dimakan pake garpu dan pisau.

Cali Deli Vietnamese Sandwhich

Haish kalo yang ini sih nggak bisa dibilang murah, sekitar 40-50ribu perporsinya, tapi puasnya seumur hidup *lebay.  Rotinya yang namanya Banh Mi dia bikin home made jadi masih crunchy diluar dan soft di dalam, sayurnya segar bumbu acar dan daging/ayamnya tasty banget. Setiap gigitannya memuaskan lah, dan kalo saya sendiri sih seporsi roti yang dipotong 3 itu bisa untuk 3 kali makan kali ya (guede bangat)

Nasi Kucing Wahidin

Haha kalopun harus makan nasi, maka nasi kucing pun cukup memuaskanku. Karena sambil makan bisa nyomotin lauk yang maha banyak di hadapanku; sate ati, sate usus, tempe bacem, tahu bacem, belum lagi goreng2an lainnya. Plus ditemani Wedang Jahe Susu yang dipanasin diatas arang itu nikmat sekali sore2.

So….what’s your favorite food your found this week?…