Buat Apa (aku) Sekolah

Kalo istri2 konglomerat buang duit suami untuk beli tas dan sepatu desainer yang ga jelas manfaat investasinya, anggap saja aku juga seperti itu. Buang duit suami buat sekolah yang gak jelas kontribusinya untuk karir. Pak Suami sih mendukung aja, gak ada ilmu yang nggak berguna katanya. but still kadang kalo udah hitting-a-wall aku mikir lagi aku berjuang kayak gini ninggal anak setiap malem ini buat apa sih? Belum lagi kalo ada temen kuliah/temen kantor yang bertanya2.

Seandainya aku dihadapkan pada panelis akademis yang menanyakan motivasiku untuk kuliah maka jawabanku akan seperti ini:

Setelah hampir sepuluh tahun lepas dari bangku sekolah, dan selama itu pula berkutat dalam dunia kerja saya merasa sisi intelektualitas saya kurang terasah. Jujur saja, meskipun berada dalam lingkungan kerja yang ‘sophisticated’, tapi jobdesc saya sama sekali tidak stimulating malah cenderung administratif dan membosankan.  Ibaratnya nggak perlu lulusan sarjana untuk melakukan tugas saya (cukup lulusan akademi sekretaris dengan kemampuan Bahasa Inggris yg mumpuni).

Tapi lagi2 lingkungan kerja saya inilah yang membuat saya semangat untuk menimba ilmu lagi. Bertemu dengan orang2 hebat dengan pemikiran2 yang progresif dan idealis membuat saya terpacu untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan saya khususnya dalam bidang pemerintahan dan pembangunan.

Sehingga sampailah saya pada pilihan jurusan Hubungan Internasional. Tidak seperti kebanyakan teman kuliah saya yang mengawali kuliah di jurusan yang sama dan kemudian mulai menapaki karir akademis dalam bidang ini. Saya memulainya dari lapangan -Top Down.

Kalau mau ditilik lebih jauh, bisa dikatakan saya tidak pernah tertarik dengan bidang pemerintahan dan politik. It’s intricate sometimes dirty, boring at the same time. Karena itulah sejak lulus sekolah saya menghindari bidang ini, bahkan membaca berita politik di koran pun malas. Tapi takdir mengarahkan kesini dan akhirnya saya tercemplung ke dalamnya.

Lulus sekolah dikirim kuliah ke Eropa, meskipun yang dipelajari adalah Ilmu Komunikasi tapi saya mengalami langsung proses transisi Uni Eropa, bahkan pada semester kedua sempat ada proyek ke European Comission dan mempelajari institusi tersebut dari dekat. Lalu pada tahun terakhir berkesempatan untuk magang di salah satu organisasi PBB yang membuat tulisan akhir saya pun bekisar pada topik yang sama. Sekembalinya ke Indonesia meskipun sempat bekerja di sektor komersial, tapi pada akhirnya saya menghabiskan 7 tahun (eh?!) bekerja di Kementerian meskipun berusaha keras tidak jadi PNS. Coincidence?

Setelah kuliah inilah baru saya sadar bahwa semua pengalaman yang saya sebutkan diatas itu adalah esensi dari Hubungan Internasional. Itulah yang dipelajari dalam HI. Alam semesta sepertinya memang mempersiapkan saya untuk ini. Tapi selama bersentuhan dengan dunia politik dan pemerintahan itu saya tetap saja malas mendalaminya. Saya berkunjung ke European Central Bank dan bertemu dengan kepala divisinya, tapi bahkan saya tidak tahu apa itu ECB dan bagaimana perannya di Eropa. Itu hanya satu dari banyak ketidakacuhan saya.

Karena itulah saya memilih jurusan ini, kalau teman2 saya mempelajari HI untuk membekali diri dalam dunia kerja, maka saya membutuhkan ilmu HI untuk memaknai pengalaman2 saya. Mungkin tidak banyak teman kuliah saya yang bisa bilang mereka pernah bertemu Sekjen PBB tapi saya yakin mereka tahu lebih banyak tentang organisasi tersebut dan program2nya.

Jadi bisa dikatakan kalo nanti (insyallah) mendapat gelar dan ijasah S2 itu adalah bonus dan bukti resmi saja bahwa saya memang benar2 sudah menempuh kuliah Pasca Sarjana Ilmu HI. Sukur2 kalo ternyata ijasah tersebut bisa mengantarkan saya pada pekerjaan/karir yang lebih baik. Tapi pada intinya saya mengikuti kuliah ini murni untuk menyerap ilmu yang dimiliki dosen2, teman2 dan artikel2 yang disajikan. Jadi mohon maaf bila saya tidak bisa memberi kontribusi ilmu dan opini yang lebih analitis karena sesungguhnya saya masih mengasah dan membentuk pola pikir saya dalam bidang politik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s