Make Fun of your Problems…

Hollywood has lost its greatest stars the last couple months…

Robin Williams and Joan River’s are the ones that struck me the most.

Two comedians who seem to enjoy life and make everybody happy ended up with different faith. 

Robin Williams hang himself in his mansion, Joan River died painlessly in luxurious hospital room surrounded by friends and family. 

What do i get from that?

It’s the right attitude toward life. Never take your problem too seriously, laugh at it and share with people around you. They are there for that reason.

Joan River meskipun terlahir di keluarga kaya dia nggak terhindar dari kepahitan hidup, ortunya cerai, jadi korban bully, sering ditolak kerjaan, pernah cerai juga dan bahkan suaminya yg menemaninya selama 23 tahun meninggal karena bunuh diri. But did all that make her sullen and bitter? No. Aku nggak tau gimana dia mengatasi kesedihan dan masalahnya behind closed doors tapi yang jelas dia tetap jaya dan ceria tanpa berita depresi, drug and drinking kayak artis2 lainnya.

What I noticed from her life is the many close friends she had. Despite karakternya yang sinis dan sarkastis, hubunganya dengan sang anak tetep harmonis layaknya keluarga. Nggak ada cerita saling tuding, putus hubungan dll. Bahkan mereka bikin tv show bareng, dan sampe detik terakhir hidupnya sang anak setia banget di sisi ibunya. Saat Joan dalam keadaan koma Melissa senantiasa memenuhi kebutuhan Joan seperti mendekorasi ruangan dengan bunga kesukaannya, anjing kesayangannya bahkan make-up dan hair dresser langganannya. Aku yakin dia melakukan itu semua bukan untuk sensasi media atau cari muka, tapi semata karena ingin menunjukkan rasa hormat dan sayangnya pada sang ibunda. Karena nggak ada lagi yang bisa dia lakukan selain itu.

Dengan komentar2 antiknya di televisi orang akan mengira dia bakal punya banyak musuh, tapi kenyataannya aku belum nemu ada kasus kontroversi dia dengan orang lain. Orang-orang yang pernah bekerja dengannya malah terkesan dengan humor dan wisdom-nya. Bedanya dengan Robin Williams, sepertinya orang lebih terkesan dengan kemampuannya menirukan berbagai karakter, membuat wajah2 dan suara2 lucu. Apakah itu cara dia menyembunyikan masalah dalam hidupnya? Dengan menjadi orang lain dan membuat orang tertawa? Begitu dia sendiri, dia kembali berkubang dalam penderitaan tanpa mendapatkan pencerahan.

Sebaliknya, Joan terkenal suka bikin lelucon tentang orang lain dan yang paling banyak tentang : dirinya sendiri. Tentang masa lalunya yang gemuk, tentang kehidupan sex-nya, tentang operasi plastiknya, bahkan tentang kematiannya. “Life is so difficult. Everyone has been though something. But if you laugh at it, it will become smaller” begitu pedoman hidupnya. Memang sih secara psikologis dengan memunculkan masalah ke permukaan, dia ga perlu sibuk menyembunyikannya dari orang lain. Lalu dengan lelucon kita bisa memilah antara stres yang disebabkan oleh overthinking dan stres yang diperlukan untuk solving problem. Beda kan?

Misalnya nih kalo ada orang yang dipecat atau mengalami kegagalan dalam pekerjaannya. Pasti kepalanya langsung terbebani dengan berbagai macam pikiran; bagaimana dengan masalah keuangan, dari mana dapet penghasilan, bagaimana dengan keluargaku, bagaimana dengan pencitraanku, bagaimana kalo orang tau, apa kata orang, dll dst dst. Seandainya dia dengan legowo bisa nyeletuk “iya nih saya jadi korban krisis moneter” mungkin dia jadi sadar kalo masalahnya itu bukan akhir dari segalanya. Banyak orang-orang lain yang mengalami hal yang sama. Siapa tau dari situ pikiran jadi lebih jernih dan orang lain pun bisa bantu kasih solusi.

Pada saat terbelit masalah orang memang susah berpikir jernih, yang ada hanya asap kabut yang menghimpitnya. Tapi kita sebagai outsider akan tau bahwa pikiran2 itu ada yang memang pantas dipikirkan serius, ada yang enggak. Nah disitulah gunanya sharing dan joking. Tanpa mempedulikan apa kata orang dan pencitraan kita di mata dunia, kitanya hanya perlu fokus pada solusi untuk memperbaiki kerusakan dan mengatasi masalah kita.

Aku percaya manusia diciptakan oleh Tuhan di dunia ini untuk berjuang. Jadi, bunuh diri bukanlah solusinya. At least bukan itu yang dikehendaki Tuhan. It’s the effort that counts. Not even the success or failure. 

Jujur saja biasanya yang punya kekuatan lebih untuk fight adalah orang-orang yang memiliki tanggung jawab terhadap hidup orang lain. Orang-orang yang punya misi di dunia. Misalnya seorang ibu terhadap anaknya, atau anak terhadap ortunya, atau bahkan seorang bos terhadap pegawainya. Disinilah keluarga dan orang-orang terdekat kembali berperan. Membayangkan nasib orang-orang terdekat kita, saat kita menyerah dan berhenti berjuang itu yang biasanya memberi motivasi lebih untuk bertahan. Bayangkan orang2 yang hidup menyendiri, menolak bantuan orang, bahkan merasa tidak disayang dan sering merasa dibenci. Pasti hidupnya akan terfokus pada hal2 negatif dan selamanya berlarut2 dalam penderitaannya sendiri.

One would never be able to see the light if they always duck their face in the mud. Look up, smile and take a helping hand….you deserve it.

I’m writing this in my lightest mood. To remind myself when trouble comes knocking on my door. Because, I wouldn’t be able to think clearly then.  Everyone has their wisdom to get out of trouble, running away is not one of them.

Advertisements

3 thoughts on “Make Fun of your Problems…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s