Tormented

Mungkin aku lahir di masa yang salah. Mungkin aku lahir di benua yang salah. Mungkin aku lahir di lingkungan yang salah. Atau mungkin aku lahir di waktu dan tempat yang tepat karena Dia ingin aku menjadi kuat?

Tidak ada yang tahu.

Tapi yang aku rasakan saat ini adalah kesakitan dan kesedihan yang luar biasa. Luar biasa karena ini bukan perasaan yang bisa dijelaskan, ditenangkan, dicari penyebabnya dan dicari solusinya. Bukan. Ini perasaan menyesakkan di dada yang mengaduk2 dalam perut karena satu dan banyak hal yang muncul menghantuiku

Aku, kita semua, hidup di dunia yang bebas. Terbuka. Tapi sesungguhnya masih sama saja penuh politik, adu domba dan keebencian. Kebusukan yang dulu mungkin tabu dibicarakan, kini bebas di umbar di berbagai media, dibumbui sana sini, disulut kesana kemari dan dimanfaatkan untuk kepentingan2 terselubung. Setan memanfaatkan kebebasan bersuara ini untuk mendapatkan keinginannya. Perpecahan.

Tapi, mengesampingkan pemahanan itu, tidak bisa dipungkiri bahwa aku sakit. Aku tersakiti. Karena keyakinan yang aku junjung tinggi tanpa paksaan dan tanpa merugikan orang lain, dihujat, dipermalukan, dihina, diinjak2 dan dijadikan bulan2an. Dijadikan lelucon, Dijadikan bahan untuk membakar amarah dan menimbulkan kekacauan. Oleh media, oleh orang2 yang tidak mengenal kami, oleh orang2 kami, oleh orang2 terdekatku. Semua ikut bersuara agar tidak dicap sebagai teroris. Ini seperti melihat orang tuaku dihujat dan dipermalukan di hadapanku. Satu hal yang aku puja, aku pegang teguh aku jadikan penenang jiwa, diperolok oleh orang lain. Miris….

Aku bersyukur aku diberi pengetahuan olehNya. Pengetahuan agama, sejarah dan politik. Agama menunjukkanku bagaimana menyikapi hal ini dengan bijak. Sejarah menunjukkanku bahwa hal seperti ini sudah sering kali terjadi di segala masa pada agama dan keyakinan apapun. Politik mengajariku bahwa tidak ada cara yang haram dalam mendapatkan kekuasaan.

Tapi aku hanya manusia, yang punya hati punya rasa. Meskipun kepala bisa berpikir dengan logika, tapi perasaan sakit ini muncul juga. Meskipun sakit yang ini tidak ada obatnya. Dan aku tidak bisa melakukan apapun untuk meredakannya

Advertisements

One thought on “Tormented

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s