Marketing Illusion

img 0741

In the spotlight

Dunia hiburan is such an illusion ya…Kalo dipikir2 aku dulu kok lugu banget sampe percaya dengan segala tipuan2 publisitas. Bahkan setelah lulus kuliah komunikasi pun aku masih buta dengan dunia Publisitas.

Misalnya nih….

Aku kira yang namanya penyanyi itu jadi penyanyi ya karena bisa menyanyi. Kenyataanya enggak tho ya. Kalo kamu mau jadi penyanyi, bersedia dipoles dan punya modal, suara itu bisa dibikin pake teknologi lah.

Aku kira body juga gitu. Artis2 itu bisa cantik dan seksi mulus itu karena genetik. Tapi kenyataanya semua bisa dibikin. perut diratain, paha dikecilin, bokong digedein, wajah dimulusin, rambut dilurusin, kadang panjang, kadang pendek, kadang rapi kadang awut2an itu semua bisa dibikin oleh tim make up. Paling banter artisnya disuruh work-out kalo nggak ya oplas.

Aku kira reality show itu bener2 menyorot kehidupan seseorang itu dari pagi sampe sore apapun yg terjadi
Kenyataannya pasti lah ada skenario, drama apa yang akan ditampilkan dll.

Aku kira kalo artis2 ngeluarin buku itu mereka asli nulis sendiri word by word
Kenyataanya cuma yang bener2 talented yang bisa nulis bukunya sendiri. Kebanyakan sih ghost writer yang nulis.

Aku kira tamu2 di talkshow itu diundang oleh produser karena prestasinya patut diulas dalam show.
Kenyataanya cuma sebagian aja artis yang bener2 diundang, kebanyakan sih publisis nya yang pitch-in ke poduser supaya artisnya diundang untuk mempromosikan filem/album baru/whatever.

Aku kira artis2 itu saling kenal atau memang pengetahuannya luas jadiย bisa berdialog dengan bintang tamu atau membahas sebuah buku. Kenyatanya mereka tetep harus survey dulu tentang show yg akan didatangi, atau bintang tamu yg akan dihadirkan, atau buku yang akan dibahas. Dan pastinya ada tim yang menangani hal ini jadi ga jarang juga si artis cuma baca script atau ulasan tentang filem/buku yang akan dibahas dan gak pernah baca/nonton aslinya. Shame on them

Aku kira pembawa acara, komedian, dan performer (bahkan politisi) itu bicara berdasarkan pemikiran mereka sendiri like you and I
Kenyataanya selama acara itu mereka baca teleprompter, atau baca cue card, atau menghafal dialog yang sudah disusun sebelumnya. Makanya ada titel performer dan writer. Dan hanya orang2 hebat aja yang bener2 writing for their own gig.

Aku dulu taunya kalo penyanyi ngeluarin “The Greatest Hits” itu berarti dia udah cukup populer sampe orang2 banyak yang suka lagunya.
Kenyataanya di dunia artis “the Greatest Hits” itu sinonim dengan “Nothing new” alias udah gak produktif lagi.

Aku dulu taunya kalo ada artis lawas yang ikut main di filem baru itu berarti dia cukup handal sampe dipanggil sama produsernya.
Kenyataanya, artis2 yang pengen comeback itu harus knocking on everyone’s door to get a job. Yah kalo udah ga populer mau gimana lagi

Aku dulu kiranya kalo ada artis2 hollywood yang tertangkap kamera media sedang makan di restoran atau liburan di Aruba itu adalah korban hasil kepergok paparazi
Kenyataannya, mereka sengaja kasih tau media/paparazi mereka mau kemana supaya difoto dan dimuat di media untuk publisitas mereka. Makanya infonya bisa lengkap sama siapa, berapa lama dan pake baju apa. Basi deh

Aku dulu kiranya kalo ada artikel yang memberitakan si A nyumbang sejuta untuk anak2 terlantar, atau si B menyewa pulau untuk kawinannya, itu berarti ada saksi mata yang melaporkan ke media atau media sengaja nyari2 berita.
Kenyataanya si publisis lah yang mengirimkan berita itu ke media2 dan berharap ada yang memuat cerita itu sebagai berita. Biasanya dengan embel2 “dari sumber terpercaya” atau “undiclosed source”. Sneaky

Aku kira dulu kalo ada seleb yang gayanya metal dengan anting di hidung, ato artis yang awalnya manis baek2 tiba2 berubah jadi bitchy dan sexy itu karena kepribadian mereka seperti itu. Dan wajar lah kalo mereka bisa berubah juga selera dan karakternya.
Kenyataannya lagi2 itu kerjaan label nya. Kalo ada calon artis yg pengen diorbitkan pastinya kudu dipoles dulu biar laku. Nggak cuma dirias tapi juga ditentukan karakternya, kalo cuma artis cantik dg suara bagus mungkin kurang laku ya dimanipulasilah jadi artis bitchy dengan suara bagus.

Aku kira dulu artis2 dengan pakaian bagus itu memang seleranya bagus
Kenyataanya mereka banyakan nyewa stylist yang bertugas mensurvey trend, membawakan baju2 pilihan ke rumah artis bahkan kadang2 ikut menentukan gaya apa yg kira2 bagus untuk publisitas. Apakah gaun panjang dengan belahan sepantat, atau bikini dengan rajutan emas, atau kostum beruang sekalian? Whatever stir the media frenzy.

Apa lagi ya….nanti deh kalo kepikiran aku share lagi.

Intinya showbiz is a sneaky…sneaky world, thus the name ‘show’ business. Dan aku dapet banyak pelajaran dari talk show, filem2 dan buku para artis. I’m now fascinated by it

Advertisements