About The Jobs

Mungkin ini sentimen orang yang mau resign Atau mungkin terpicu oleh para selebriti yang memiliki crappy jobs sebelum jadi orang besar. Tapi tiba2 aku jadi mengingat2 beberapa kerjaan ecek2 yang pernah aku lakoni sebelum dapet kerja beneran. Nggak perlu diinget pahit2nya, tapi setiap pengalaman ini memberiku banyak pelajaran dan kenangan.

Pedagang
Ya elah ternyata hobi dodolan sudah ada sejak dini. Di SD suka jualan stiker, kertas wangi, permen, jajan dll. SMP beralih ke kerajinan tangan dan asesoris. Dan kemudian sekarang mikap dan peralatan emak2 lainnya. Entahlah, meskipun untung ga seberapa tapi kalo liat ada barang murah tuh hasrat kulakan tinggi sekali.

Penulis Cerpen
Biar keren aja judulnya. Aslinya aku cuma nulis 3-4 cerpen aja yang dimuat majalah. But I really enjoyed it. Writing has always been a passion of mine. Dan nulis fiksi itu seperti kehidupan keduaku. Meskipun masih jauh dari jago, honor pun cuma 100ribuan, tapi aku suka nulis just for the sake of it. Setelah itu sempet kontribusi sana sini di website lepas, tapi kebanyakan sih nulis untuk konsumsi pribadi dan teman2 deket aja

Cleaning Service
Bisa dikatakan ini kerjaan resmi pertamaku. Waktu kuliah aku agak sulit cari kerja tapi akhirnya dikasih info kerjaan cleaning service dari seorang teman. Kerjanya bersihin kantor sebelum para pegawai dateng, pernah juga bersihin rumah dan toko swalayan. Yang aku suka banget dari kerjaan ini adalah aku ga perlu ketemu orang. Selain itu aku bisa masuk ke rumah2 orang kaya dan kantor2 megah yang selama ini cuma aku liat dari luar doang. Ya meskipun cuma sebagai pembersih tapi aku punya kuasa untuk masuk dan bongkar2 lho haha. Yang paling aku inget dari kerjaan ini adalah wangi bunga Lilly di kantor pagi2, aroma melted cheese yang boleh aku ambil sebagai jatah makan siang, creepy nya malem2 masuk ke gedung yang sepi dan gelap, bahkan aku sempet 2 tahun bersihin sebuah kantor yang lokasinya di ruang bawah tanah sebuah gereja tua. I was just grateful I don’t have sixth sense. But it pays well dan ga ganggu kuliah. Dapet 200-300 E per bulan (yang kalo dibelanjain setara dengan 200-300 ribu rupiah) ya lumayanlah buat bayar kos dan makan.

Waiter
Seperti student2 lainnya, aku juga sempet kerja di resto. Aku masih ga yakin sebenernya waktu itu tenagaku dibutuhkan apa enggak tapi aku sempet menghabiskan 1 tahun melayani tamu, membawakan menu, mengantar makanan, menjelaskan masakan Indonesia, menyajikan liquor, membersihkan meja dll. Yang aku suka dari kerjaan ini adalah teman2nya, dari sini aku ketemu banyak orang baru yang bukan temen sekolah. Ada migran Maroko, gay Los Angeles, blasteran Ambon, bos Portugis dll. Setiap bubar dari resto sekitar jam 11 malem biasanya kita pulang bareng 2-3 teman yang kerja di resto tetangga. Good Times

Koki
Well ini sebuah kesalahan sih menurutku Karena ada tawaran dan butuh duit jadi ya aku terima aja. Tugasnya cuma manasin dan mengolah makanan dengan bumbu yang sudah jadi, tapi aku sama sekali ga bisa konsentrasi jadi akhirnya aku pindah ke bagian buffet untuk menyiapkan makanan rombongan besar. Yang mana rombongan ini biasanya nggak dateng ke resto yang di tengah kota tapi di Dufan-nya! Yeah, selama sebulan aku naik mobil rombongan ke sebuah Theme Park di luar kota untuk menyiapkan masakan buffet, sementara badut2 sirkus jalan berkeliling, anak2 kecil basah lari2an di waterbom, dan orang2 dusun foto bergerombolan. Siangnya kita istirahat siang di caravan makan sandwich dan minum susu. Sureal memang, seperti bagian dari hidupku yang terlupakan.

Kasir

Astaga hampir lupa. Ada 2 bulan dalam hidupku dimana aku pernah jaga toko dan jadi kasir bahan masakan Asia. Meskipun pemiliknya orang Indonesia, tapi baru kali ini aku merasa terkucil. Karena semua orang yang bekerja di situ adalah keluarganya dan mereka kebanyakan migran gelap dari Madura yang nggak bisa bahasa Belanda, Inggris ataupun Indonesia. No……they speak all in Maduranese. Freaking hell kan?!

Event Organizer
Fiuh sebenernya ini bisa jadi kerjaan pertamaku yang fabulous, karena aku diterima kerja jadi asisten seorang EO yang akan mengadakan pameran lukisan outdoor terbesar saat itu. Aku sempet bikinin research nya, siap2in materinya, ikut miting sana sini, tapi karena pendanaan dipotong jadi ya eike dibebastugaskan. Boleh sih bantu2 tapi ga dibayar…terus eike mesti makan daun gitu?

Penerjemah
Kalo nggak salah 1-2 tahun setelah lulus kuliah aku sempet ditawarin kerjaan menerjemahkan dokumen oleh seorang teman. Boring sih, secara yang diterjemahin cuma tulisan2 mahasiswa dan proposal2 gitu tapi lumayan sering juga dapet kerjaanya.

Enterpreneur
Berawal dari kerjaan penerjemah itu aku dan 3 orang teman sok2an bikin perusahaan serabutan yang terima proyek bikin website, company profile, desain dan rendering. Meskipun sempet dapet beberapa job dan pemasukan lumayan (sampe bisa beli PC) tapi akhirnya pada males nerusin dan sibuk kerja sendiri2 jadi buruh kantor.

Freelance NGO
Sebelum kerja beneran aku sempet dikasih kerjaan sama temen2 NGO untuk jadi penerjemah, drafter dan seksi dokumentasi. Lumayan untuk mengasah idealisme dan menilik dunia NGO yang sering kali tertutup untuk umum.

Ekspat PBB
Meskipun masih wannabe, tapi pengalaman magangku di unesco itu berkesan banget. Bisa kerja di organisasi internasional raksasa dengan sistem yang solid, pegawai yang berpengalaman dan program2 yang kelas kakap itu rasanya beda. Udah gitu selama magang aku hidup layaknya ekspat gitu. Tinggal sendiri di apartemen, makan di resto megah, hengot sama bule2, liburan ke pulau dll. Kapan lagi kan kalo ga dibayarin….hehehe

Marketing
Meskipun kerjanya di institusi pendidikan tapi jobdesc ku aslinya ya jualan. Jadi aku tau lah seluk beluk dunia marketing yang penuh intrik, sikut2an, berburu insentif dan trik2 membual. Satu2nya alasan aku terima kerjaan ini adalah karena lokasinya di Bandung. Sejak kecil aku mimpi banget bisa tinggal di Bandung bersama kakek nenek dan sodara2ku disana. api ternyata kalo kerjaannya crappy ya gak enak juga ya.

Guru
Atau anggap saja begitu. Yang pasti sebagai anaknya dosen, aku sudah sah pernah ngajar meskipun cuma sambilan dan cuma 2-3 bulan doang. Sempet ngajar bahasa Inggris, untuk Toefl Preparation dan Business English. Sempet juga gantiin dosen komunikasi juga ngajar semiotik apa advert gitu. Meskipun ecek2 gitu tapi aku sudah cukup ngerasain stresnya ngadepin kelakuan mahasiswa, persiapan materi, menilai hasil tes dll. Dan cukup meyakinkan diriku bahwa aku ga punya bakat blas di bidang ini.

Itu yang sudah dijalani, kalo yang cuma wawancara doang lebih beragam lagi; aku pernah wawancara untuk jadi Asprod Metro TV (pastinya ga ketrima), jadi desainer wedding photography (eh?), lembaga riset konsumen, marketing exhibition, staf asean, staf kedubes Belgi, reporter majalah bisnis, marketing asuransi, you name it….

Meskipun kalo pas dijalanin kayaknya nelongso banget, tapi aku sangat-sangat beruntung aku pernah menjalani semuanya. Apa hikmahnya? Aku jadi lebih bisa menghargai orang lain, karena aku pernah ngerasain macem2 kerjaan dan aku tau susahnya. Aku jadi lebih bersyukur dengan apapun yang aku dapatkan sekarang yang lebih baik dari sebelumnya. Aku juga belajar untuk nrimo, menerima apa yang diberikan nasib, dan menerima kesempatan apapun yang mampir di depan mata. Intinya segala sesuatu bisa dilakukan asal mau belajar dan sungguh2

Kalo dipikir lagi kan selama ini aku ga pernah ya memimpikan bakal dapet kerja serabutan kayak gitu. Tapi sekarang seandainya aku boleh berangan2 pengen kerja apa, aku kepikiran shop attendant, jaga toko kue, atau toko baju dan pernak-pernik kayaknye menyenangkan. Aku akan menjadi SA yang ramah dan serba tahu, nggak cuek dan dodol kayak SA di mall2. Atau baking aku juga suka, asal ga diuber orderan kayaknya asik. Selain itu aku juga pengen jadi penulis fitur, ato kolom gitu yang mengharuskan aku riset dan menganalisa. Tapi jangan suruh aku jadi penulis jurnal ilmiah, itu sama aja jadi dosen. Oh sama penulis artikel travelling pastinyaa..

Advertisements

8 thoughts on “About The Jobs

  1. Kalau dipikir2 pekerjaanku kebanyakan di dunia pendidikan yak. Trus kalau bayangin kerja di bidang lain trus jiper..
    Kamuh keren ya banyak bidang gitu..*aku cm inget kerjaanmu cleaning service dan pelayan resto pas di londho

  2. keren ya pengalaman kerjamu, aku kepingin bisa masuk2 rumah orang gitu trus nyium aroma2 khas di rumah itu.

    tapi seumpama jadi penjaga toko aku juga mau jadi yg ramah dan punya good product knowledge. soale sering gemes sama mbak2 penjaga toko peralatan bayi tapi ga tau apa2 soal dot, soal sikat botol, soal mangkok makan bayi dll. iya sih belum pengalaman punya bayi, tapi mestinya kan tau basic barang2 jualannya ya toh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s