Man of your choosing

Baru baca wawancara Woody Allen tentang pernikahanya dengan Soon-Yi Previn. Mantan anak angkat yang menjadi istrinya. Ruwet ya, apalagi itu bukan anak angkatnya sendiri, tapi anak angkat dari mantan istrinya, dengan mantan suaminya terdahulu. Nyahok! Tapi yang menarik aku amati adalah dinamika hubungan keduanya. Woody Allen sebelumnya menikah dengan dengen Mia Farrow yang berbeda umur 10 tahun, yang kemudian dicerai untuk menikah dengan Soon-Yi yang berbeda umur 35 tahun. Pernikahanya terbukti lebih langgeng despite umurnya yg bisa jadi bapak-anak. Jadi, patah sudah teori2 yang mengatakan bahwa perbedaan umur yang jauh tidak akan harmonis. Karena ternyata setiap orang punya kebutuhan yang berbeda2. Despite seterotip sosial, kebutuhan status atau judgement masyarakat, sepertinya ada unsur psikologis yang membuat seseorang cocok dengan pasangan lebih muda, lebih tua atau seumuran. Aku nggak ahli sama sekali dalam membahas ini, tapi aku coba menganalisa dari sudut pandang wanita. Kira2 pribadi seperti apa yang sesuai dengan relationship tertentu. Dan pastinya umur disini sama sekali tidak mengacu pada angka, tapi tingkat kedewasaan dan kematangan

Pasangan Seumuran

Seperti kasusku, meskipun suka ngelirik bronis2 lucu atau mas2 gagah, tapi untuk partner of life aku merasa cocok dengan pria seumuran. Yang aku suka dari pria seumuran adalah, obrolannnya satu generasi, nggak ada yang ngerasa lebih tua/bijak/dewasa, segalanya dirembug dan dilakoni bersama karena kita pada level yang sama. Bego2 bareng, sukses2 bareng. Menurutku yang biasanya cocok dalam relationship ini adalah anak2 yang independen, yang biasa in-charge sejak kecil, biasa mikir dan mencari solusi sendiri untuk segala masalahnya. Pada saat dua orang yang serupa bertemu, mereka biasanya saling memahami pemikiran masing2. Dan mereka seperti menemukan kekuatan baru dalam mengatasi masalah2 hidup yang lebih kompleks. Nggak ada yang berusaha menggurui tapi butuh lebih banyak toleransi. Namanya juga sejajar ya jadi masukan dan pemikiran nggak ada yang lebih baik dari yang lainnya. Masih ada ego masing2 karena biasa ngerjain semuanya sendiri dan butuh banyak me-time untuk menata diri.

Pria dewasa
Ini adalah pengamatan dari pasangan2 di sekitarku aja, karena aku ga pernah ngalamin juga. Pria yang lebih dewasa secara umur dan kedewasaan pastinya punya lebih banyak pengalaman, sudah pernah jatuh bangun dan udah lebih tau mana yang berhasil mana yang enggak. Enaknya kalo sama pria macam ini adalah wanita banyak mendapatkan cerita dari berbagai sektor kehidupan yang mungkin ga akan pernah dia alami sendiri dan lebih mudah memutuskan masalah2 moral seperti spiritual, hubungan interpersonal, bahkan masalah politik. Pria dewasa kadang lebih mudah menerima saran dan masukan dari yg lebih muda kalo memang ada info yang lebih update dan sesuai perkembangan jaman. Wanita yang cocok dengan pria dewasa mungkin adalah mereka yang butuh panutan, mereka yang menyukai sosok yang kokoh dalam hidupnya, mereka yang lebih suka menjalani yang pasti2 aja daripada harus nyoba segala sesuatu sendiri. Gak enaknya ya paling agak susah aja untuk berempati satu sama lain karena tingkat kedewasaan yg berbeda, dan agak susah untuk hengot2 yang seusai umur kecuali salah satu ngalah.

Pria Muda
Huuu.. ceritanya aja sambil ngiler2 bayangin dedek2 cakep yang lucu2 itu (stop it!). Pastinya kalo sama pria berjiwa muda itu hidup berasa lebih ceria dan enerjik gitu ya. Dan itu logis, karena mereka masih berpandangan terbuka dan haus pengalaman. Jadi mau diajakin apapun hayuk aja. Tapi syaratnya ya itu, kita sudah nggak mikirin kemapanan lagi. Karena kita sendiri sudah mapan, secara finansial, karir, pengalaman hidup, rumah, pendidikan dll. Bukan berarti si pria nggak bisa diajak diskusi masalah kehidupan sih, tapi sesungguhnya kalo dituntut mikirin kehidupan itu bisa hilang jiwa mudanya yang carefree itu. Bisa jadi wanita yang sesuai dengan relationship ini adalah wanita yang perkasa, percaya diri dan mandiri. Dia sudah pernah menjalani segalanya, jatuh bangun dan berjuang dengan kekuatanya sendiri. Pada saat settle down dia mencari pria yang bisa menenangkan geloranya itu dan bisa menawarkan kehidupan yang lebih nyantai dan berbeda.

Tapi ini bukan harga mati ya. Karena kedewasaan orang juga berkembang. Jadi bisa aja yang dulu merasa suka pria dewasa tapi setelah sudah dewasa malah ketemu jodoh yang seumuran. Ato pasangan yang usianya sebaya tapi ternyata ada salah satu yang jauh lebih dewasa karena pengalaman hidup. Lagi2 itu masalah kecocokan.  Karena setiap relationship butuh toleransi dan respect despite umur dan gender. Mungkin aku nggak sepenuhnya benar, tapi sapa tau bisa jadi bahan introspeksi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s